Jebakan jaka

173 21 15
                                        


Last part

Selamat membaca

***


Renata tengah mengendarai mobilnya melintasi sebuah jalanan yang cukup sepi setelah berpisah dengan nara yang beberapa jam sebelumnya telah menghabiskan waktu bersama renata di sebuah pusat perbelanjaan. Gadis itu mengernyit saat melihat seorang pemuda yang sepertinya dia kenali tengah berjalan seorang diri menyusuri trotoar sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku boomber yang dia kenakan.

Renata tampak mengetuk-ngetukan jemarinya pada handle stir dengan ekspresi berfikir, kemudian menepikan mobilnya setelah sekian menit mengumpulkan tekad dan menekan egonya sendiri untuk mau menyapa pemuda yang menurutnya menyebalkan itu. Gadis itu keluar dari dalam mobil dan dengan ragu memanggil pemuda yang sebelumnya dia lihat.

"Jj-jjaka.. " Panggil renata, pemuda itu berhenti dan hanya menatapnya datar.

"Ll-llo mau kemana? "

"Ngapain nanya-nanya gue mau kemana? "

"Ya siapa tau se arah, sekalian aja gitu ikut mobil gue"

Jaka memiringkan kepalanya untuk melihat mobil yang terparkir dibelakang gadis itu, kemudian tersenyum miring.

"Nggak, makasih.

Gue jalan aja" Jaka hendak melangkah pergi, namun dengan cepat renata mencengkal lengan pemuda itu.

"Tt-ttunggu.. " Jaka pun kembali menoleh.

"Ada apa lagi?? ".

" Lo kenapa sih sinis banget sama gue?

Gue kan cuma mau minta maaf dan berniat baik gantiin gitar lo yang rusak gara-gara gue" Kata renata sambil menunduk sedih dan memainkan jemarinya.

Jaka memandangi wajah tertunduk renata kemudian menghela nafas kasar.

"Gue nggak sinis sama elo, emang begini cara bicara gue.

Masalah gitar kan gue udah bilang lupain aja. "

" Tapi kan lo jadi nggak bisa kerja gara-gara gue.

Gue nggak enak dan kepikiran terus tiap malem.

Apalagi pas tau elo sampai harus minjem gitar temen buat manggung" Renata semakin menunduk sedih.

Lagi-lagi jaka memandangi wajah tertunduk renata, kali ini ada rasa tidak tega di hati pemuda itu karena melihat wajah murung renata yang terlihat begitu menyesal. 

"Emang lo mau gue gimana biar lo lega? "

" Ya minimal lo mau gue beliin gitar baru, biar gue nggak ngerasa bersalah lagi"

"Ck, lo pikir semua akan kelar cuma dengan ganti gitar baru?

Bagi gue atau mungkin sebagian orang yang punya pekerjaan seperti gue, ada kebahagiaan tersendiri saat memainkan alat musik.

Kita butuh mood dan feels yang bagus untuk bermusik.

Lo pikir gampang nyatuin feels pake alat musik baru haa..?

Lo nggak akan ngerti, kalau cerita dan sejarah alat musik yang gue pakai itu penting. Karena dengan begitu gue bisa bermain dengan tulus dan apa yang tertulis dalam lagu yang gue bawain bisa sampe pesan dan feelsnya ketelinga pendengar gue " Jawab jaka sedikit terbawa emosi, namun saat melihat ekspresi renata yang semakin sendu membuatnya merasa tidak enak.

Pemuda itu menghela nafas kemudian berdehem untuk menetralkan emosi dan merubah nada bicaranya.

"Ck..lo beneran mau ganti gitar gue?? "

PARAMOURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang