Gitar untuk jaka

131 22 10
                                        


bagian dua untuk minggu ini..

selamat membaca!

***

Di dalam sebuah toko alat musik besar yang terletak di pusat kota, renata memandangi jaka yang tengah asyik mencoba beberapa gitar di tempat itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di dalam sebuah toko alat musik besar yang terletak di pusat kota, renata memandangi jaka yang tengah asyik mencoba beberapa gitar di tempat itu. Sudah beberapa kali pemuda itu menolak rekomendasi dari pegawai di toko itu, selain karena gitar yang di tawarkan bukan seleranya, tapi juga karena harganya yang terbilang mahal bagi jaka.

Menyadari tatapan renata, jaka menghentikan kegiatannya, lalu meletakkan gitar yang sebelumnya dia coba ketempat semula.

"Coba lo yang pilihin gitarnya" perintah jaka, membuyarkan tatapan renata yang tengah mengagumi makhluk dihadapannya.

"Gg-ggue? " Tanya renata, menunjuk wajahnya sendiri.

" Iya, kan elo yang mau beli. Coba lo yang pilih!,"

"Lah, kan lo yang bakal makek gitarnya"

"Iya, tapi kan bayarnya pakek duit lo.

Gue nggak tau berapa nominal yang bakal lo ikhlasin buat ganti gitar gue yang rusak"

Renata menggaruk kepalanya, sambil melirik beberapa alat musik yang menggantung di toko itu, lalu menunjuk asal sebuah gitar berwarna hitam.

Bukannya setuju, jaka justru tertawa kecil bersama pegawai toko itu.

"Kenapa? " Tanya renata, dengan ekspresi kebingungan.

"Itu bass, lo ngga bisa bedain ya? " Ledek jaka

"Hahh? Bb-bbukannya sama aja? "

"Ck, salah perintah nih kayaknya gue" Gumam jaka.

Pemuda itu menarik penutup hoodie yang renata kenakan untuk mendekat pada deretan jenis gitar akustik yang biasa jaka pakai.

"Diantara yang ini, lo pilih yang mana? "

Renata menggaruk kepalanya, lalu menelisik alat musik itu satu persatu, dan mengambil sebuah gitar berwarna coklat dengan aksen corak kayu alami yang mengkilat.

"Ii-iini gimana? " Kata renata.

Jaka mengambil gitar ditangan Renata, dan mencoba memainkannya sebentar, lalu mengangguk ringan.

"Oke, saya ambil yang ini"  kata Jaka, lalu menyodorkan gitar ditangannya pada pegawai toko.

"Baik, mari saya buatkan notta sama surat garansinya kak" Jawab pegawai itu dengan gestur mengarahkan mereka menuju meja kasir, Keduanya pun mengekori pegawai itu untuk menyelesaikan pembayaran.

Kini mereka tengah berjalan beriringan, menyusuri trotoar menuju restoran tempat Jaka dan Nara sebelumnya bekerja, karena keduanya memang sengaja meninggalkan kendaraan mereka diparkiran cafe itu.

PARAMOURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang