perasaan wilman

141 22 18
                                        

Happy satnight everybody..!

jumpa lagi kita, udah siap lanjut belum?

folloe dulu ya bagi yang belum follow.

***



Hari ini Bima sudah mulai kembali bekerja, setelah lebih dari tiga bulan lamanya meninggalkan tanggung jawabnya sebagai CEO dan menyerahkan sepenuhnya urusan dan kewenangannya sebagai pemimpin perusahaan kepada Dio, Karena lebih mementingkan untuk...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini Bima sudah mulai kembali bekerja, setelah lebih dari tiga bulan lamanya meninggalkan tanggung jawabnya sebagai CEO dan menyerahkan sepenuhnya urusan dan kewenangannya sebagai pemimpin perusahaan kepada Dio, Karena lebih mementingkan untuk menjaga istrinya yang sedang sakit. 

Kecintaannya yang begitu besar membuat Bima begitu takut meninggalkan Nara sendirian, selain karena ingin menjadi orang pertama yang Nara temui saat terbangun, Bima juga bersiap akan kemungkinan terburuk dan ingin selalu berada disisi Nara dalam kondisi apapun, bahkan disaat-saat terakhirnya.

Untung saja usahanya membuahkan hasil, Tuhan begitu baik karena benar-benar membuat Bima menjadi orang pertama yang Nara temui saat membuka matanya, dan tidak membiarkan kemungkinan terburuk terjadi pada gadis kesayangannya itu.

Siang itu Nara tengah duduk diatas brankar sambil membaca buku, saat seorang dokter masuk kedalam kamar rawatnya.

"hei,,bagaimana keadaanmu?

apa semua baik-baik saja?" tanya dokter itu sambil tersenyum lembut, setelah memasuki ruangan.

"eh, kak wilman..

aku udah baik-baik aja kok, apa aku udah boleh pulang?" pekik Nara ceria saat melihat Wilman yang datang.

"belum, kamu masih dalam pantauan.

lagipula kamu kan masih harus ikut banyak terapi, bersabarlah sedikit lagi"

Nara pun tersenyum sambil mengangguk ringan.

"dimana Bima?" 

"kak Bima? dia udah mulai kerja lagi hari ini, aku yang menyuruhnya pergi. Bawel banget soalnya kalau dia disini terus" wilman hanya tertawa kecil dengan tangan terulur, mengusak gemas kepala Nara.

"kalau kamu nggak di rawat disini, mungkin sampai sekarang aku nggak tau kalau kalian sudah menikah" kata Wilman, tiba-tiba. membuat Nara salah tingkah dan tersenyum kaku.

"mm-mmaaf kak, aku bukan mau merahasiakannya.

aku cuma merasa masih terlalu muda untuk mengumumkan diri sebagai wanita yang sudah menikah, lagipula nantinya aku pasti ngundang kakak kok kalau resepsi." jawab Nara, apa adanya.

Wilman tersenyum lembut "Benarkah? jadi aku yang terlambat ya? padahal tadinya aku berniat menunggu beberapa tahun lagi, tapi ternyata sudah di duluin sama Bima" kata Wilman, yang entah mengapa terdengar begitu ambigu di telinga Nara.

PARAMOURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang