Bercerita pada sahabat gila

186 27 37
                                        


Hollaa readers...

Ketemu lagi sama author, udah siap lanjut baca belum?

Follow dulu yuk buat yang belum.

***


"Pppffffttthhh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pppffffttthhh.... Bwuahahahahaaaa..... "

Renata terpingkal sambil memegangi perutnya setelah mendengar curahan hati nara yang hari itu tengah makan siang bersama di kantin fakultas.

Sebenarnya nara sangat enggan bercerita pada renata tentang adegan tidak terduga yang dia lalui setelah beberapa hari menikah dengan bima, mengingat sahabat gilanya itu pasti akan meledeknya sepanjang waktu. 

Namun setelah menahannya selama beberapa minggu akhirnya nara tidak tahan juga untuk bercerita pada renata, padahal mereka hampir selalu bersama selama di lingkungan kampus, bahkan keduanya sama-sama mengikuti kegiatan MAKRAB mahasiswa dan menginap selama sepekan di puncak beberapa minggu sebelumnya. Memang duo prik ini tidak akan mampu untuk menyembunyikan rahasia terlalu lama terhadap satu sama lain. 

" Jadi pada akhirnya bibir lo itu udah nggak perawan lagi?

Astaga gue nggak nyangka bibir lo murahan banget karena mau di mukbang padahal baru dua hari resmi" Gelak renata yang langsung mendapat tendangan nara pada kakinya dibawah meja.

"Diem ih, lo mau bikin gue malu?? " Desis nara dengan mata melotot dan melirik sekilas, memberi kode pada renata untuk melihat sekitar kantin.

Seketika renata mengulum bibirnya sambil berdehem setelah menyadari semua mata tertuju ke arah mereka.

"Ss-ssorry-sorry. Hehehhee.. "

Nara menghela nafas kasar sambil bersedekap dada.

"Lagian enak aja ngatain bibir gue murahan, padahal gue baru nglakuin itu pertama kali setelah menikah. Murahan darimana Coba ?

Lo sendiri yang udah 5 kali pacaran apakabar hmm..??" Sungut nara sambil mengaduk-aduk minumannya dengan wajah kesal.

Ucapan nara justru membuat renata semakin terpingkal, pasalnya meskipun mereka hampir selalu bersama-sama renata memang lebih berpengalaman dalam hal percintaan dibandingkan nara yang lebih senang belajar maupun menghabiskan waktu untuk bermusik. 

Walaupun saat itu renata hanya menerima pernyataan cinta dari mantan-mantannya itu dengan berbagai alasan absurd, seperti ingin merasakan pacaran dengan anak terculun di sekolah ataupun dengan sengaja mengencani anak pintar sekedar untuk dia manfaatkan dalam mengerjakan PR.

"Eeiii,, Biar kata gue udah beberapa kali gonta-ganti pacar. Nggak semuanya bisa dapet slepetan bibir gue juga kaliik. " Elak renata tidak terima.

"Udah ah, jangan dibahas lagi. " Pungkas nara yang mulai jengah dengan topik yang mereka bicarakan.

PARAMOURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang