(SESE STORY ) Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang gadis yatim piatu berusia 18 Tahun bernama Jenara yang terpaksa harus menikah dengan Bima, seorang pria dewasa yang namanya tertulis dalam surat wasiat mendiang ayahnya.
Bagaimana kelanjutan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(ayah dannar dan bunda putri)
Ada sedikit rasa takut dan keraguan dihati Anak laki-laki itu, namun situasinya saat itu benar-benar tidak memberinya kesempatan untuk memilih. Sehingga Anak laki-laki itupun akhirnya mengangguk dan menerima ajakan pasangan suami istri itu.
Sejak saat itu mereka tinggal bersama, dan tetap berupaya untuk mencari keberadaan kedua orang tua Anak laki-laki itu. Namun karena masa itu teknologi informasi belum secanggih saat ini. Juga karena kendala tugas yang mengharuskan Dannar menetap, diitambah dengan kondisi Putri yang tengah hamil, sangat sulit bagi mereka untuk membawa Anak laki-laki itu kembali ke kota kelahirannya.
Hingga setengah tahun berlalu, mereka belum juga menemukan orang tua dari Anak laki-laki itu. Selain karena pekerjaan Dannar yang mengharuskan untuk tetap menjaga kerahasiaan identitasnya, saat itu Dannar juga dalam misi penting kedinasan, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk membantu Anak laki-laki itu lebih banyak, selain menunggu kabar dari kepolisian tentang keberadaan kedua orang tua Anak laki-laki itu.
Suatu hari, ketika wanita yang telah menolongnya tengah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya yang belum kembali bekerja, anak laki-laki itu mendekati wanita yang perutnya mulai membesar itu.
"tante,," panggil anak laki-laki itu.
"oh, iya bima. Ada apa sayang?" jawab wanita itu dengan suara lembut dan senyuman yang begitu teduh.
Anak laki-laki itu menunduk sambil memainkan jemarinya "apa aku boleh tetap disini saja? Tidak usah mencari orang tuaku lagi.
Apa boleh aku jadi anak kalian saja? aku sudah tidak mau pulang, lagipula mereka tidak mencariku, mereka pasti sudah bahagia dengan anak baru mereka.
aku disini saja sama kalian ya tante, aku mau ikut kemanapun kalian pergi.
om dan tante nggak akan ninggalin aku kan?
aku janji akan jadi anak yang baik dan nggak akan menyusahkan kalian" kata anak laki-laki itu, dengan raut wajah sedih.
Sepertinya Anak laki-laki itu terlanjur kecewa kepada kedua orang tuanya yang tak kunjung datang mencari keberadaannya, pemikiran tentang kesengajaan yang dilakukan orang tuanya untuk membuang dirinya karena akan mendapat anggota keluarga baru semakin menguasai hati dan pikirannya. Hingga yang tersisa hanyalah rasa kecewa dan keputus asaan.
Wanita itu tersenyum lembut, lalu membelai surai hitam Anak laki-laki itu.
"boleh donk, kamu boleh tetap bersama kami disini , Kenapa enggak?"