Lanjut yaa
***
Di ruang pertemuan itu berkumpul raja dan beberapa petinggi kerajaan. Mereka membahas kelanjutan peremerintahan Artheire. Mereka tentu saja menuntut raja untuk segera mengeluarkan Minho.
Putra pertama Arye itu benar-benar jarang sekali ditunjukkan kepada rakyat. Seharusnya Minho sudah dikenalkan kepada rakyat dan mencoba pendekatan, sebagai calon penerus raja. Tapi Arye seakan menyimpan Minho untuk dirinya sendiri.
Para petinggi menegaskan pada Arye untuk lebih tegas lagi sebagai pemimpin Artheire. Karena sikap Arye selama ini sangat berbeda dengan raja sebelumnya. Arye dianggap tidak tegas dalam keputusannya. Arye terlalu banyak bungkam untuk banyak hal. Hari ini seolah disudutkan. Tidak ada yang terlihat mendukungnya saat banyak mulut yang menyalahkan dirinya. Mereka yang berpihak pada Arye memilih bungkam daripada membela. Karena tahu, Arye memang sudah disudut dan tidak akan bisa untuk dibela. Di mata para petinggi Arye salah.
Arye diam mendengar petinggi itu berargumen tentangnya. Memojokkan dirinya secara terang-terangan. Arye tidak akan marah atau menyangkal. Yang ia lakukan hanya mendengarkan semua saran dan kritik mereka.
Cukup lama Arye mendengarkan mereka puas menyampaikan isi hatinya terhadap gaya memimpin Arye.
"Aku akan mendiskusikan ini lebih lanjut bersama beberapa orang penting lainnya."
"Yang Mulia Raja harus mengambil keputusan secara cepat. Jangan bertele, karena Yang Mulia Minho akan memasuki usia dua puluh tahun. Dia sudah terlalu lama diam di istana tanpa melakukan apapun. Itu salah, Yang Mulia."
"Karena itu aku akan membicarakan ini lebih lanjut."
"Jangan membuang waktu, Yang Mulia."
"Kau tidak bisa menyembunyikan Yang Mulia Minho lebih lama lagi."
"Yang Mulia Minho harus mengenal rakyat dengan baik, rakyat pun harus mengenal Yang Mulia Minho sebagai penerus selanjutnya."
"Yang Mulia Minho harus melakukan sesuatu."
Setelah beberapa saat, akhirnya pertemuan itu selesai. Meninggalkan sang raja yang masih di dalam dengan pikirannya yang semerawut. Ia tahu ia sudah salah, tapi semua itu tidak semudah yang mereka pikirkan. Mereka tidak tahu keadaan Minho dan tidak seharusnya mereka tahu, karena Arye merahasiakan keadaan Minho yang sebenarnya dari semua orang. Hanya keluarga inti dan tabib yang tahu bagaimana Minho.
Jika saja Minho seperti yang lain, maka akan mudah untuk Arye. Minho sudah sejak dulu mengenal rakyatnya, sudah dari dulu Minho mengikuti kegiatan di luar. Tapi keadaan Minho membuat Arye tidak bisa berbuat lebih. Apa terlalu egois jika Arye memikirkann keadaan putranya?
Arye butuh berbicara dengan penasehatnya lebih lanjut mengenai ini. Arye tidak bisa melakukannya sendiri. Ia butuh seseorang untuk menguatkannya mengambil keputusan. Banyak hal yang perlu Arye pertimbangkan. Semua hal Arye pikirkan. Dan Arye tidak ingin keputusannya salah, apalagi ia seorang raja yang akan menentukan bagaimana kerajaan akan berjalan untuk ke depannya. Jika ia salah melangkah, maka ia akan mengacaukan Artheire, itu tidak boleh terjadi.
"Yang Mulia."
Arye tersadara dari lamunannya.
"Maaf, Yang Mulia."
"Tidak apa. Aku tidak ingin berlama-lama, jadi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa menunjuk Minho."
"Apa Yang Mulia Minho benar-benar tidak bisa melakukannya, Yang Mulia?"
"Keadaannya tidak memungkinkan. Aku tidak bisa jika harus memaksanya."
"Yang Mulia, maaf sebelumnya. Tapi harus ada alasan yang benar-benar mendasari, Yang Mulia Minho sebagai penerus itu sebuah keharusan untuk melanjutkan tugasmu berikutnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARTHEIRE
FanfictionEND Keadaan membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Dia yang seharusnya bisa diandalkan, justru tidak bisa melakukan apapun. Lantas bagaimana kelanjutan Artheire? Arye tidak memiliki pilihan untuk menentukan kelanjutannya, seolah menyimpan permata i...
