Hal penting yang ingin Jeffrian bicarakan dengan Winara adalah mengenai pesta perayaan ulang tahun perusahaan Damares yang akan diadakan minggu depan.
"Kamu mau pergi?"
"Tapi kakak bilang kakak nggak pernah pergi ke pesta perusahaan. Emang nggak papa?"
"Memang tidak pernah. Kalau kamu mau, saya juga akan pergi."
Untuk pertama kalinya, wanita itu— Lilian Damares mengundangnya datang ke pesta perusahaan. Sudah pasti atas izin Bara Damares juga.
Wacana untuk pamer. Hanya itu hal yang terlintas di benak Jeffrian. Di hari pesta ulang tahun perusahaan dilaksanakan, putranya Jonathan akan diumumkan sebagai presiden direktur baru Damares Grup.
Jeffrian bisa saja menolaknya. Memilih mengasingkan diri dan tak peduli pada urusan mereka. Sayangnya kali ini tidak bisa. Karena hari ini adalah hari yang sangat Jeffrian tunggu-tunggu.
Saat ini Jeffrian sedang mengantar Winara untuk berbelanja. Gadis itu harus dipaksa menggunakan kartunya.
Jeffrian juga punya banyak waktu luang hari ini karena itu dia tidak keberatan mememani Winara berbelanja.
Sungguh, Jeffrian Damares adalah pria green flag idaman bukan?
"Mau belanja apa lagi, Winara? Gunakan saja kartu saya. Beli gaun yang bagus. Saya tidak mau tunangan—ekhem maksudnya istri saya terlihat jelek di mata orang lain."
Status mereka di depan semua orang kan memang sebatas tunangan semata. Semula berawal dari desas desus di restoran lalu menyebar kemana-mana.
"Kalung, aku mau beli kalung."
Winara masuk ke salah satu toko perhiasan. Di belakangnya Jeffrian hanya mengikuti.
"Pilihin kak," kata Winara membuat Jeffrian yang lagi asik mengamati ruangan ini seketika menoleh.
"Kamu minta saya untuk memilihkan kalung buat kamu? Serius?"
"Iya," Winara mengangguk.
"Nggak adil kalau cuma kakak sendiri yang makek cincin itu kan? Karena itu aku mau beli kalung biar cincinnya bisa jadi liontin jadi nggak ada yang curiga kalau kita udah married."
Winara melirik ke arah jari tangan Jeffrian di mana sebuah cincin melingkar di sana.
"Tenang aja kak. Besok waktu ke pesta aku pakai kok cincinnya. Selama ini cuma aku simpen biar nggak ilang."
Winara menjelaskannya dengan panjang dan lebar. Tak ada satu menit Jeffrian mengiyakan permintaan Winara.
Semudah itu. Jeffrian sejujurnya tidak terlalu mempedulikan masalah cincin yang disimpan Winara. Jeffrian sendiri memakainya karena enggan terlalu direcoki oleh wanita-wanita gatel di luar sana.
"Kamu hanya butuh kalungnya saja kan? Kalau begitu saya pilih yang ini."
Winara menatap kalung polos pilihan Jeffrian. Berbeda dengan kalung silver yang Winara lihat di laci Jeffrian dan juga di leher Rara—ah sampai sekarang Winara masih berharap kalau dirinya hanya salah lihat.
Pilihan Jeffrian untuknya sangat berbeda. Pria itu memilihkan warna emas untuknya. Juga motif polos yang sangat berbeda dengan kalung itu.
"Saya tidak pintar soal memilih perhiasan. Entah itu sesuai selera kamu atau tidak—"
"Suka kok, simple. Pasti cocok buat gantung cincinnya. Eh tapi cincinnya kan warna silver. Aneh nggak sih kak?"
Jeffrian menggaruk tengkuknya. Benar juga. "Coba pilih yang lain, Winara."
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 3; Light and Shadow
Romance❝She fell first but he fell harder, harder, and harder❞ - by milkymiuw
