Chapter 25

1.9K 171 38
                                        

Flashback

Anak lelaki berusia 13 tahun tersenyum pedih. Tidak ada yang berubah. Orang-orang disekitarnya masih tetap sama. Hidup dan menjalankan rutinitas seperti hari-hari biasanya.

Hanya dirinya yang bersedih. Hanya dirinya yang merasa kehilangan. Dua minggu yang lalu ibunya meninggal dunia, membiarkan dirinya hidup di tempat bak neraka ini sendirian.

Jeffrian. Anak lelaki itu tak mau mengharapkan apapun lagi. Dia hanya ingin bersama ibunya. Selamanya.

"Biarkan Jeff ikut. Dia harus bisa menerima kenyataan ibunya sudah meninggal." Lilian berkata pada Bara.

Dan Bara mengiyakannya."Kau ikut kami Jeff!"

Itu kali pertamanya Jeffrian keluar dari mansion setelah ibunya meninggal dunia. Ah, saat di pemakaman dia juga keluar.

Saat itu warna dunianya sangat gelap. Kali ini berbeda. Sangat terang karena Jeffrian melihat ada banyak mainan, penjual makanan, dan pengunjung yang memadati taman bermain ini.

"Seanoku ingin balon, iya? Ayo kita ke sana."

"Ayo, Jo."

Sungguh gambaran keluarga bahagia. Sang suami menggendong anak bungsunya. Sementara sang istri berjalan bersisihan bersama putra pertama.

Jeffrian melirik ke arah tanganya. Tiba-tiba terasa kosong. Ah, Jeffrian menyadarinya. Tidak ada tangan ibunya yang bisa mengenggam tanganya lagi.

"Hei bocah! Cepat jalan! Jangan kacaukan piknik keluargaku." suara Jonathan memecah konsentrasi Jeffrian diantara keramaian ini.

Jeffrian mengikuti langkah kaki Jonathan dari belakang. Dia sesekali menoleh ke sana kemari melihat hal menarik yang mungkin bisa menghiburnya.

"Ck!"

Melihat Jeffrian yang masih saja tertinggal jauh. Jonathan justru tersenyum licik. Dia diam-diam meninggalkan Jeffrian di sana.

Anak lelaki itu baru sadar setelah melihat sosok Jonathan tak ada lagi di depannya. Takut menyasar dan membuat orang-orang itu mencarinya, Jeffrian memilih menepi. Tubuhnya juga tidak kuat lagi didorong-dorong oleh pengunjung yang lain. Banyak orang bergandengan tangan berlalu-lalang disemitarnya.

Awalnya Jeffrian berdiri di balik sebuah bilik telepon. Tiga puluh menit, satu jam, dua jam sampai tempat ini semakin ramai tak ada tanda-tanda Jonathan dan yang lain menghampirinya.

Berakhir lah Jeffrian berjongkok di sana, masih setia menunggu. Dia ingin pergi mencari mereka, namun kerumunan orang ini sangat lah banyak. Bukannya menemukan mereka, dia justru akan terseret ke sana kemari seperti tadi.

"Huh! Huh! Huh!"

Jeffrian terkejut melihat seorang anak perempuan duduk berjongkok di sampingnya. Entah datang dari mana anak itu membawa permen kapas raksasa yang tinggal tersisa separuh di tangannya.

Gadis kecil itu. Jeffrian pikir usianya mungkin sekitar 7 tahunan. Gaun pink bak princess dongeng, rambut yang digerai dan diberi hiasan. Dia bukan seperti anak yang ditelantarkan.

Jangan-jangan anak hilang?

"Halo!" gadis itu yang pertama kali menyapa.

"Kakak sembunyi di sini juga?"

Gadis ini barusan mengajaknya bicara?

"Mau nggak? Permen kapas, kesukaanku. Stt tapi jangan bilang siapa-siapa kalau aku makan di sini."

Obsession Series 3; Light and ShadowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang