Chapter 52

1K 128 42
                                        

Kenapa?

Padahal Miguel dengan jelas mengatakan akan menyimpan cctv ruangan ini agar Jeffrian tidak melihatnya.

Kenyataanya nyaris seluruh ruangan ini dihancurkan oleh Jeffrian. Dengan tangan kosongnya Jeffrian membuat tempat penuh kenangan mereka berakhir seperti kapal pecah.

Bingkai foto berceceran di lantai. Pecah, kaca tajam berhamburan kemana-mana. Bersamaan dengan tetesan darah yang tak berhenti mengalir dari kedua tangan Jeffrian.

Tangan pria itu mengepal kuat, begitulah tetesan darah keluar dari sela-sela jarinya. Sangat menakutkan.

Lagi dan lagi, Rara menjadi saksi kebrutalan pria itu. Dan pemicu dari setiap tindakan brutal dan tak manusiawi Jeffrian adalah Winara.

Dengan begini semuanya memang semakin jelas. Otak Jeffrian tidak akan pernah waras jika menyangkut soal Winara.

Rara masih membeku tak berdaya di sisi sofa. Nyawanya belum juga terkumpul. Jeffrian nyaris melemparinya dengan vas bunga saja membuat Rara ketakutan setengah mati apalagi saat ini, pria itu berjalan mendekat dan semakin dekat.

Tapi Rara harus berani. Jeffrian mungkin akan marah, setelahnya pasti pria itu akan kembali tersenyum padanya.

"Kak," panggil Rara dengan suara bergetar.

Mata tajam Jeffrian masih dipenuhi dengan kobaran amarah. Dia menginjak mawar putih yang berada di dekatnya. Melihat itu jantung Rara kembali berdetak tak karuan.

Itu bunga kesukaanya, kakaknya, dan bunga kesukaan ibunya Jeffrian. Rara selalu membeli bunga itu dan meletakannya di sini, menggantikan apa yang selalu Jeffrian lakukan dulu.

"Bagaimana bisa..." itu kalimat pertama Jeffrian setelah mengobrak-abrik tempat ini. "BAGAIMANA BISA KAMU BERPIKIR UNTUK MENYENTUH WINARA!"

Suara bentakan Jeffrian menggema di ruangan ini, sedikit saja pintu terbuka. Suara bariton Jeffrian mungkin akan terdengar sampai ke depan gedung.

"KAMU MENYAKITINYA SIALAN!"

Rara dengan tubuh gemetaran dan rasa takut di hatinya mencoba untuk berdiri. Dia harus menghadapi Jeffrian apapun yang terjadi. Rara sendiri yang menegaskan dirinya tidak akan mundur.

Tidak apa-apa.

Jeffrian Damares tak akan mungkin menyakitinya. Ya, dia sempat mendengar percakapan antara ayahnya dan Jeffrian. Sebagai ganti dari tidak bisa menerima perasaanya Jeffrian berjanji untuk melindunginya secara fisik.

"Kenapa aku tidak bisa? Kau yang mengajariku kak! Aku harus berani mengambil keputusan untuk menyingkirkan seseorang agar memiliki sesuatu secara mutlak!" ucap Rara, deru napasnya bercampur dengan deru napas kasar Jeffrian. Pria itu berada dekat nyaris tanpa jarak dengannya.

"Jadi selama ini aku hanya mengajari hal buruk?"

"Buruk atau baik, aku melakukan semuanya persis seperti yang kamu katakan dan lakukan."

Jeffrian tidak terkejut dengan jawaban itu. Dia merasa semua ini jadi semakin menarik saja. Yah siapa yang menyangka kalau Rara ternyata seberani ini. Ucapan yang pernah dia katakan dulu tersimpan rapi diingatan gadis ini.

Lucu sekali.

Sesaat Jeffrian merasa bangga, dia bisa menjadi guru yang baik rupanya. Sepertinya tidak ada masalah untuk menjadi seorang ayah karena Jeffrian sangat percaya diri dengan kemampuan mengajarinya.

"Kak Jeff!"

Kesadaran Jeffrian kembali saat mendengar panggilan itu. Kedua tangannya bergerak cepat meremas leher Rara.

Obsession Series 3; Light and ShadowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang