"Omong kosong apa yang kalian katakan hah?! Kalian tidak mengenalku? Seano Razka Damares, kalian tidak berhak melarangku masuk ke rumahku sendiri!"
"Lagipula sejak kapan gerbang otomatis rumahku harus dijaga pengawal seperti ini?!"
Sean terlampau emosi. Dia memang mengatakan kepada Jeffrian tidak akan tinggal di sini dan memilih apartemen lamanya.
Tapi bukan berarti dia tidak boleh masuk ke dalam kan?! Saat pertama datang dari luar negeri dan sebelum memutuskan tinggal di apartemen, Sean juga tinggal di sini.
Beberapa hari sampai Jeffrian kembali dari Amerika dan akhirnya Sean memutuskan pergi, juga menerima tawaran Jeffrian untuk belajar bisnis dengan mengurus Nawasena Hotel.
"Buka gerbangnya!! Biarkan mobilku masuk!"
Ditengah emosinya yang memuncak, Sean makin mencurigai sesuatu. Ini seperti Jeffrian memang sengaja memberikan keamanan berlapis karena merahasiakan sesuatu.
Sean tahu Jeffrian tidak suka ada orang asing masuk ke dalam. Tapi ini sudah berlebihan!!
"Maaf Tuan Sean, kami harus mendapat bukti kalau tuan datang setelah mendapatkan persetujuan dari Tuan Jeffrian."
"Apa begini cara kalian mengusir pemilik rumah ini?" tanya Sean ketus.
Dua pria itu sedikit menunduk, merasa bersalah. Mau bagaimana lagi, mereka kan hanya menjalankan perintah tuan besar mereka untuk menghentikan siapapun yang ingin masuk ke dalam.
Selama beberapa hari terakhir sudah banyak orang yang ingin bertamu ke dalam. Entah dengan tujuan baik atau buruk. Dua bersaudara Mahandika, Rara, Jia, lalu sekarang Sean?
"Tolong kembalilah bersama Tuan Jeffrian. Kami hanya melaksanakan perintahnya."
"Brengsek!"
Setelah bertahun-tahun lamanya, apa sesusah ini hanya untuk bertemu dengan Winara.
Bagaimana caranya dia memastikan Winara ada di dalam sana?
Bagaimana?
Kenapa Jeffrian berusaha sekeras ini untuk menyembunyikan Winara?!
****
Pertunangan itu akan dilaksanakan akhir pekan ini. Tempatnya salah satu restoran terkenal yang kemarin menjadi tempat ulang tahun Gio Mahandika.
Jeffrian tidak berbohong soal dia datang ke sana untuk membooking tempat pertunangan. Seharusnya dia datang bersama Rara, tidak apa-apa. Rara setuju-setuju saja dengannya.
Sepanjang hari Jeffrian mengawasi Winara, juga sibuk mendengar ocehan Miguel dari A-Z tentang pekerjaannya.
Lagipula Jeffrian tidak sepenuhnya mangkir dari kerja! Dia tetap datang meski di siang hari buru-buru pulang.
Jeffrian bisa saja meminta pelayan di rumahnya untuk mengawasi Winara. Hanya saja wanitanya itu benar-benar sulit untuk diajak bicara dan bekerja sama.
Jeffrian membebaskannya keluar dari kamar dan berkeliaran di mansion namun yang dilakukan Winara hanya berdiam diri di kamar sepanjang hari sembari menatap jendela balkon.
"Peaches... kamu tidak punya pikiran untuk melompat dari sini kan?"
"...."
"Jangan ya sayang. Lebih baik kamu keluar dari kamar ini dan jalan-jalan di luar."
"Aku enggak akan ngelarang kamu. Kamu bebas pergi ke tempat manapun selama masih berada di mansion ini."
Sudah empat hari berlalu, Winara juga tidak tahu kenapa tak ada seorangpun yang datang mencarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession Series 3; Light and Shadow
Romance❝She fell first but he fell harder, harder, and harder❞ - by milkymiuw
