16. Kak Sean dan Haidar

685 45 13
                                        

Hidup tanpa seorang ayah selama belasan tahun mengharuskan ibu dan seorang anak laki-laki bekerja keras setiap harinya. Dan ibu sebagai tulang punggung keluarga kecil itu harus banting tulang untuk bisa bertahan hidup dan menyekolahkan anak satu-satunya.

Sean Gabriel, anak laki-laki yang setiap pulang sekolah harus bekerja paruh waktu, jadi diri ya jarang sekali bermain dan tidak punya banyak teman. Selama dirinya hidup belum pernah sesekali melihat wajah ayahnya atau bahkan merasakan perannya.

Hingga dirinya memasuki sekolah menengah pertama, Bunda Sean menikah dengan seorang pria kaya raya yang banyak dikenal orang-orang. Beruntung Sean bisa merasakan sosok seperti apa ayah itu.

"Papa, Haidar sama Kak Sean pulang!" Teriak laki-laki kelas 9 itu berlarian menuju sang ayah.

Papa Lee tersenyum menyambut kedua anaknya itu begitu juga dengan istri tercintanya. Mereka berdua saling berebut kursi untuk bisa duduk disamping Papa Lee.

"Ih aku pengen deket Papa!" Teriak Sean saat dirinya didahului oleh Haidar.

Haidar lantas memeluk lengan kekar Papa Lee dan menyusul untuk menggoda Sean. Itu membuat Sean menghentakkan kedua kakinya kesal, ia cemberut lalu memilih duduk disamping Bundanya.

"Dasar ya, udah gede kelas 3 SMP masih aja rebutan" ucap Papa Lee.

"Kan sama aja Bunda sama Papa itu" tambah Bunda sambil mengusap surai hitam milik Sean.

Sean menggembungkan pipinya menatap sang Bunda. "Tapi Sean pengen sama Papa, Bunda" rengeknya sembari memeluk Bunda Lee untuk mengadu.

Haidar yang menang pun langsung menjulurkan lidahnya. "Wle wle wle, Kak Sean iri ya" ejeknya yang langsung diketawain oleh Papa.

"Bodo, pokoknya nanti malem mau tidur sama Papa nggak mau tau T-I-T-I-K !" tekan Sean diakhir kalimatnya.

Begitulah keseharian keluarga hangat milik Papa Lee yang telah menikahi Bunda Sean selama hampir 3 tahun.

Sean sebagai kakak dikeluarga ini tak kalah manja dari adik teringat, Haidar. Bahkan selalu merebutkan Papa nya. Karena Sean belum pernah merasakan sosok ayah dan Haidar yang hanya memiliki ayahnya seorang karena di tinggalkan oleh ibunya.

Namun itu semua tak membuat mereka saling membenci. Hingga suatu saat keadaan mulai berubah ...

Bunda Sean meninggal karena penyakit jantungnya. Itu suatu pukulan hebat untuk Papa Lee dan anak malang yang ditinggalkan. Hubungan mereka sedikit renggang karena Sean merasa canggung dengan keluarga ini.

Dirinya bukan siapa-siapa lagi jika tidak ada Bundanya. Dirinya hanya numpang, walaupun Papa dan Haidar masih tetap menerima Sean sebagai keluarga.

Namun itu juga merubah sikap Papa kepada dua anak ini. Papa lebih sensitif terhadap hal kecil bahkan dirinya selalu membandingkan Haidar dengan Sean karena suatu hal.

"Kamu itu gimana sih?! Masuk 2 besar aja nggak bisa! Lihat tuh Kak Sean, dia aja selalu ranking 1. Kamu apa? Ranking kayak nomor urut aja!" Papa Lee marah besar karena Haidar diurutan 3 dari bawah.

Hidup Papa Lee yang selalu diselimuti oleh kesempurnaan, bahkan selalu membenci dan membuang hal-hal yang membuat noda dari kesempurnaan itu.

"Maksud Papa tuh kalo Kak Sean ranking 1 kamu yang ranking 2, Haidar. Kalo nggak kamu yang rank 1 biar kak Sean yang 2, gitu apa susah sih?"

"Papa nggak mau tau, ulangan besok kamu harus dapet nilai 100 dan kalo bisa disemua mata pelajaran. Papa nggak mau temen Papa liat anak Papa dapet nilai jelek. Dimana harga diri Papa?"

Listen To Me || SUNGJAKE [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang