"Loh Sean udah sembuh?!" Teriaknya ketika mendapati sosok yang kemarin bersamanya.
Sean tersenyum lalu berjalan mendekat dengan wajah masih sedikit pucat. Karena lama, Jake langsung berlarian menghampiri untuk memeluknya dengan riang.
"Ihh Sean berangkat lagi" ia terus mengguncangkan badan yang lemah itu.
Yang diguncang pun melingkarkan tangannya dipinggang ramping itu.
"Diliatin Nathan tuh"
"Ih ya bodo amat emangnya kenapa? Jomblo sirik ya?" Jake langsung melirik tajam ke arah Nathan.
"Kena lagi gue sialan, cabut yok Dar"
"Aku dicariin gak kemarin soalnya lupa ijin" tanya Sean mengedarkan pandangannya.
Haidar membuang gumpalan kertas ke arah Jake, "noh udah diijinin sama kupret"
"Anj—" umpatnya.
Sean belum sepenuhnya sembuh namun ia tetap memaksakan untuk berangkat. Walaupun belum sempat sarapan. Dan kepalanya masih pusing.
Jake mnuntunnya ke bangku biasanya, menyambutnya dengan penuh antusias.
"Sini sini pangeranku" ucapnya memberi jalan.
Yang di panggil pun langsung membuang muka, "sayang ih"
"Iman lemah"
"Emang"
"Aku bawain roti buat kamu" hanya roti yang diberi selai cokelat saja membuat Sean menelan ludah lapar. Matanya berbinar ketika Jake mengambil potongan roti itu lalu menyuapinya.
"Aaa" ucapnya sambil membuat pesawat terbang menuju mulut si Sean.
Sean terkekeh sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk memberi salam untuk pesawat kecilnya.
"Ini lanjut sendiri ah, manja"
Bibirnya langsung mengerucut ke depan, "yah padahal enak jadi bayi disuapin, apalagi sama pacar sendiri"
"Lebay"
Kemudian Sean melanjutkannya sendiri. Jake bersender ke pundak Sean yang sedang makan dengan lahapnya.
Jemari Jake bergerak memainkan paha Sean dan beralih ke saku celananya. Jake merogohnya lalu mengambil benda pipih berwarma hitam itu.
"Pinjem hpnya ya?" Tanyanya sebelum memencet tombol power.
Sean mengangguk tegas dengan mulut penuhnya.
"Aku bawa pulang ya?" Pancingnya.
Dan lagi lagi Sean mengangguk yakin seperti tak ada masalah dengan itu.
"Aku bawa sehari loh? Jadi kamu gak pegang hp kamu?" Jake menaikkan ponselnya dan sekal ilagi meyakinkan sang pacar.
Sean meneguk minumannya sebelum akhirnya menjawab, "iya bawa aja. Mau kamu bawa seminggu sebulan boleh"
"Enggak aku kunci kan?" Sean malah balik bertanya.
"Enggak kok," Jake membuka ponsel itu lalu men-scroll ke sembarang apk.
"Aku boleh buka apa aja?" Jake masih memancing.
"Semua? Tapi gak ada game kalo kamu mau main" Sean kembali melahap roti itu.
"Kalo aku bawa nanti kamu gimana?" Jake jadi ragu sendiri.
"Kalo cafe gak apa apa aku kan tiap sore kesana. Yang masalah itu kalo kamu kangen gimana?" Sean menggoda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Listen To Me || SUNGJAKE [END]
FanfictionPlease jangan salah lapak #bxb "Mau semaksa apapun aku ngakuin kalo kamu itu pacar aku, mereka lebih percaya kalo yang jadi pacar kamu itu si Haidar" Sean menjelaskan dengan nada sedikit tegas. #1 jakehoon (1-2-2024)
![Listen To Me || SUNGJAKE [END]](https://img.wattpad.com/cover/343566905-64-k479765.jpg)