67. Mabuk

565 39 0
                                        

Pagi pagi sekali Jake sudah bangun dan langsung mandi tanpa membangunkan lelakinya yang masih bermimpi indah. Jake berniat untuk bersih bersih dan memasak untuk sarapan pagi ini.
Tidak ada alasan tertentu ia melakukan ini.

"Masak apa ya?" Jake berdiam diri menatap layar ponselnya didepan kulkas untuk melihat lihat bahan dan ide yang akan ia padukan.

"Sean gak suka pedes sih cupu banget" gumamnya dan terus mencari cari ide diyoutube.

"Ah bodo amat" ujung ujungnya menu nasi goreng yang ia pilih.

Jake memulai aksinya dengan memakai apron berwarna hitam yang jelas milik Sean. Dengan hati yang berbunga bunga seakan sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya.

Beberapa menit kemudian Jake selesai. Makanan sudah siap dimeja makan juga dengan buah buahan. Tinggal menunggu yang katanya "suami" itu bangun.

Jake membuka gorden berwarna putih itu untuk mengizinkan sinar matahari dan udara yang masih sejuk ini untuk masuk. Ia tersenyum pada lelaki yang masih tidur mengulat berbalut selimut tebal.

Jake berjalan mendekat untuk menyibak selimutnya membiarkan hawa sejuk dan dingin itu menerpa tubuh yang sedang bermimpi indah itu.

"Sayang ayo bangun" ucapnya sambil mendaratkan sebuah kecupan di kening.

Tidak ada respon apapun dari lelakinya. Ia menyisir surai itu ke belakang untuk memancing agar si empu terbangun dan berhasil.

"Hngg" Sean mengerutkan tubuhnya dan memeluk guling membuat Jake kesal.

"Bangun bangun udah siang" Jake menyingkirkan guling yang sempat dipeluk Sean.

Sean mengerjap beberapa kali untuk mengumpulkan nyawanya. Mengucek kedua matanya lalu menatap kekasihnya yang sudah sangat cantik dipagi hari ini.

"Kaget yang tiba tiba ada bidadari didepanku" godanya dengan mata yang masih sayu.

Jake salah tingkah, ia langsung memukul lengan Sean.

"Apanya yang bidadari!"

"Kamu udah rapi cantik gitu mau kemana hm?" Sean memainkan kedua tangan Jake.

"Ga kemana mana, emangnya gak boleh mandi pagi?" Polosnya.

"Ya gak, tapi kamu udah cantik gitu sedangkan aku masih kusem dekil gini"

"Ganteng kok" yang memerah bukannya yang dipuji melainkan yang memuji.

Jujur Jake lebih suka wajah bangun tidur Sean, apalagi suaranya yang serak khas bangun tidur.

"Kamu mau godain aku?" Sean terkekeh, tangannya menjulur untuk mengusak surai lebat itu dengan gemas.

"Hehe" kekehnya lalu kembali menarik narik tangan lelakinya untuk cepat bangun.

"Cepetan mandi, aku udah masakin sarapan buat kamu" tarikannya semakin kencang hingga Sean memilih untuk menurut dan bangun.

Jake terus menarik narik hingga Sean terpaksa berdiri dengan handuk yang sudah bertengger dipundaknya. Tak hanya itu, Jake terus mendorong punggung keras itu sampai masuk kedalam.

"Buruan! Nanti dingin nasi gorengnya" teriaknya.

"Aku baru masuk yang belum juga lepas baju" timpalnya dari dalam.

Apasih yang enggak demi ayang?

Lima menit kemudian Sean keluar, dengan handuk yang hanya melilit diperut hingga lututnya membuat hal putih itu terpampang begitu nyata, tentu mengundang ide licik dari si kecil.

"Pamerin terus perutnya, sengaja banget kayaknya" soraknya sambil melirik lirik.

Sean yang mendengar itu pun terkekeh geli dan berjalan menghampiri Jake yang sudah didepan meja makan itu.

Listen To Me || SUNGJAKE [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang