"Gue kalo tiup lilin masih cocok nggak sih?" Tanya Haidar setelah mengambil kue ulang tahunnya dari tenda.
"Cocok-cocok aja"
"Cocok kok kak"
"Emang kenapa kak?"
Haidar terkekeh, "ya nggak gimana-gimana tapi udah gede gini masih tiup lilin, kayak bocah aja"
Sean tersenyum melihat dirinya yang tidak pernah merasakan tiup lilin dihari ulang tahunnya. Bertahun-tahun hidup dikeluarga papanya Haidar, Sean sama sekali tidak pernah dirayakan. Entah karena lupa apa nggak sepenting itu.
"Gue mau make a wish dua kali. Satu ngebatin, satunya ngomong"
"Terserah lo"
"Sebahagia Haidar aja"
Haidar kembali terkekeh, merasa dirinya banyak sekali permintaan. Semua orang memperhatikan dengan seksama cara Haidar memegang kue dengan topi ulang tahun yang mungil dikepalanya.
Haidar memandangi seluruh wajah yang ada disana. Ia tersenyum untuk pembukaan.
"Sebelumnya makasih udah mau nemenin gue ke acara yang nggak jelas ini. Gue udah ada rencana udah lama banget dan bersyukur bisa kesini bareng-bareng tentunya. Gue harap selama kita disini, bertujuh. Kita nggak ada pertikaian atau apalah itu. Gue cuma pengen ultah tahun ini bisa seneng-seneng main bareng kalian. Dah itu aja" Haidar membungkuk setelah mengakhiri pidatonya.
Semua orang bertepuk tangan untuk Haidar. Nathan yang paling semangat bersorak dan memimpin pasukannya.
"Sekarang yang ngebatin ya" ucap Haidar.
"Nggak berkah kalo lo ngebatin"
"Diem lo"
Haidar memejamkan matanya, menunduk dan mulai mengucapkan keinginannya dalam hati. Semuanya hening untuk menghargai yang berulang tahun.
Haidar mendongakkan kepalanya tanda selesai berdoa. Haidar tersenyum bahagia,
"Jer gue mau lo gitaran, gue nggak mau kalian nyanyi. Takut sakit perut gue" Ucap Haidar yang langsung mendapat lirikan tajam.
"Gue mulu anjing!?"
"Bercanda bapak-bapak" Haidar terkekeh.
Jeriko mengambil alih gitar kesayangannya dan mulai memetik. Lagu selamat ulang tahun dari gitaris kita Jeriko. Semua orang memberi tepukan tangan dan memberi ucapan pada Haidar.
Bergantian menjabat tangan dan memeluk selayaknya teman dekat. Setelah sesi ini selesai, dilanjut dengan potong kue. Nathan yang sudah ready dengan piringnya menunggu kue dari Haidar.
Sean menatap sekilas raut wajah Haidar. Ada perasaan hangat dari dirinya, sudah lama dirinya tidak melihat adik tirinya itu sebahagia ini. Sean hanya bisa memantau dati kejauhan dikala sang adik tiri itu memotong kuenya.
Jeriko dan Nathan yang penuh percaya diri akan diberi irisan pertama justru kecewa. Haidar memberi potongan pertama itu untuk Sean. Sean yang diam-diam mengamati Haidar itu gelagapan.
"Ayo irisan pertama buat siapa?" Jake menginterupsi.
"Pasti gue lah" Ucap Nathan percaya diri.
"Ngaco, gue smaa Haidar lebih deket" Jeriko menimpali.
"Aku aja deh kak" Sabian ikut-ikutan.
"Jinan aja sekalian mau nyelir sama kak Haidar" Jinan memancing emosi Jeriko.
"Yang" rengek Jeriko dan semua tertawa.
Haidar hanya tersenyum sambil menatap potongan kue itu. Ia berjalan mengelilingi semua orang dan berakhir didepan Sean. Sean langsung mendongak, kaget, bingung. Haidar membalas dengan senyuman, mengulurkan tangannya agar Sean mengambil kue itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Listen To Me || SUNGJAKE [END]
أدب الهواةPlease jangan salah lapak #bxb "Mau semaksa apapun aku ngakuin kalo kamu itu pacar aku, mereka lebih percaya kalo yang jadi pacar kamu itu si Haidar" Sean menjelaskan dengan nada sedikit tegas. #1 jakehoon (1-2-2024)
![Listen To Me || SUNGJAKE [END]](https://img.wattpad.com/cover/343566905-64-k479765.jpg)