9 | Danau keabadian

964 102 0
                                        

Kicau burung dan suara ayam yang berada di halaman belakang, membangunkan mereka, meski terasa berat untuk bangun di pagi hari, pasalnya hanya beberapa jam saja mereka baru beristirahat tapi perasaan tersebut tak lantas membuat mereka malas, denga...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kicau burung dan suara ayam yang berada di halaman belakang, membangunkan mereka, meski terasa berat untuk bangun di pagi hari, pasalnya hanya beberapa jam saja mereka baru beristirahat tapi perasaan tersebut tak lantas membuat mereka malas, dengan segera masing-masing dari mereka membasuh wajah dan bersiap diri untuk menyambut petualangan seru yang menanti mereka di hari ini.

Tara yang memang paling susah di bangunkan, dengan susah payah di seret Rafa menuju kamar mandi, Fadly yang bertindak sebagai bapak rumah tangga menyiapkan sarapan ala kadarnya, meski hanya telur dadar dan nasi goreng, tapi masakannya cukup di sukai oleh teman-temannya. Dengan sigap mereka melahap sampai habis makanan tersebut, setelah selesai melakukan ritual sarapan pagi, mereka berjalan menuju garasi mobil untuk melanjutkan perjalanan. Mereka seolah melupakan kejadian tadi malam, Shilapun terlihat sudah mulai biasa, memang tujuan inti mereka ke Bandung Selatan adalah survey, tetapi akan sangat merugi jika mereka tidak menikmati keindahan dari Bandung selatan yang eksotis, merekapun sepakat untuk hunting foto dan mendokumentasikan perjalanan mereka di Bandung Selatan.

Dengan berbagai diskusi akhirnya mereka memutuskan untuk memulai perjalanan dengan mengunjungi salah satu tempat wisata yang paling terkenal di daerah Bandung Selatan yaitu kawah putih. Rafa memutar arah mobilnya dan mulai memasuki wana wisata kawah putih, laju mobil mereka terhenti di parkiran, mereka lebih memilih untuk menuju lokasi kawah dengan menggunakan kendaraan yang disebut ontang-anting. Ontang-anting adalah mobil bak terbuka yang memang disediakan khusus bagi penumpang kawah putih, selain tarifnya yang lebih murah, suasana pun lebih terasa, karena dipinggir kanan dan kiri mobil itu terbuka, sehingga bisa menikmati udara pegunungan dengan leluasa.

Ontang anting yang mereka tumpangi melaju perlahan menaiki jalan yang menanjak menuju kawah putih, matahari masih malu-malu untuk menunjukan sinarnya, Rafa dengan cekatan mengambil beberapa foto perjalanan, mereka sangat beruntung karena suasana kawah putih itu cukup sepi, biasanya pada hari-hari libur, jangankan untuk berfoto ria, untuk menaiki ontang anting saja harus menggunakan waiting list mirip sistem pemesanan makanan di restoran-restoran besar di perkotaan.

Bau belerang mulai tercium menyengat, mereka sudah hampir sampai di lokasi, perlahan mobil ontang-anting tersebut mulai menepi, Tara tanpa bantuan siapapun, loncat begitu saja dari atas mobil, sementara Shila yang memakai sepatu hak tinggi harus meminta bantuan Rafa untuk turun dari dalam ontang-anting tersebut.

"Yeaay! ga rugi gue harus bangun pagi!" teriak Tara kegirangan, bagi Tara inilah pertama kali dia berlibur ke daerah Bandung selatan begitupula dengan Dion dan Fadly, hanya Rafa dan Ashila saja yang sepertinya sudah merasa tidak asing dengan tempat tersebut, Dion mengambil kamera dari dalam tasnya dan siap membidik ke arah Tara.

"Heh liat kesini!" panggil Dion sambal mencari fokus kamera.

Tara dengan segera membalikan badannya, "Klik," Dion berhasil mengambil foto Tara.

"Yee lo ngefans ya sama gue?" jawab Tara dengan penuh percaya diri, sementara Dion lebih sibuk melihat hasil foto tadi daripada harus menjawab pertanyaan Tara.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang