24 | Tusuk konde keramat

723 94 11
                                        

Rafa terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat tidak enak, entah kenapa tidurnya di malam kemarin sangat membuatnya tidak nyaman mungkin salah satunya karena terus terbayang hantu berwajah rusak yang membantunya tadi malam, rasa gusar Ra...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rafa terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat tidak enak, entah kenapa tidurnya di malam kemarin sangat membuatnya tidak nyaman mungkin salah satunya karena terus terbayang hantu berwajah rusak yang membantunya tadi malam, rasa gusar Rafa semakin menjadi ketika mencoba menghubungi Shila tapi tidak ada jawaban, Rafa lalu mencoba menghubungi Fadly, berharap Fadly tau keberadaan Shila.

"Assalamualaikum wr wb," sapa Fadly mengucapkan salam dengan formal.

"Dly, lo tau Shila ga ada dimana?" tanya Rafa dengan cemas sambil berharap mendapatkan jawaban yang bisa menenangkannya.

"Saya kemarin kanpulang duluan ke kossan bersama Ervan karena migrain saya tiba-tiba kumat jadi saya tidak tahu keberadaan Shila tapi kamu coba hubungi Tara, mungkin saja Shila sedang bersama Tara karena biasanya wanita yang sedih butuh seseorang untuk mencurahkan hatinya," saran Fadly pada Rafa.

"Tara Hpnya ga aktif! Sebelum lo suruh juga gue udah inisiatif coba hubungin Tara duluan!" jawab Rafa melampiaskan kesalnya pada Fadly.

"Apa kamu sudah mencoba menghubungi Dion? Karena dari semalam Dion juga tidak pulang ke kosan barangkali Dion masih dengan Tara," saran Fadly membuat Rafa semakin heran.

"Jadi maksud lo semaleman mereka berduaan gitu? Ya udah gue coba hubungi Dion dulu!" Rafa yang sebenarnya sangat malas menghubungi Dion karena perbedaan pendapat kemarin, mau tidak mau terpaksa menyingkirkan egonya dan segera melepon Dion.

Fadly menggelengkan kepalanya seolah maklum dengan kelakuan Rafa yang memang suka mematikan sambungan telepon secara tiba-tiba, Fadlypun mencoba menghubungi Shila sama seperti Rafa tapi panggilan teleponnya tidak terhubung, ada rasa penasaran yang sama tentang keberadaan Shila di pikiran Fadly tapi mungkin saja Shila saat ini sedang bersama dengan Tara mengingat keduanya sama-sama tidak bisa dihubungi.

"Ada apa?" tanya Ervan yang datang dari arah belakang karena penasaran dengan Fadly yang terlihat kebingungan.

"Tadi Rafa telepon katanya Shila tidak bisa dihubungi dan rumahnya juga kosong kata tetangganya sudah pergi dari pagi buta," cerita Fadly pada Ervan.

Ervan yang mendengar cerita Fadly tentang Shila tampak tidak menghiraukan lagi Fadly yang bertanya topik lain lalu Ervan berjalan masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Fadly yang masih sibuk berbicara sendiri, Fadly yang merasa aneh dengan perilaku Ervan segera menyusulnya tetapi saat akan masuk ke dalam kamar Ervan, Fadly tidak sengaja mendengar suara Ervan yang sedang berbicara dengan seseorang di dalam kamarnya, dari nada bicaranya terdengar sangat serius membuat Fadly mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Ervan.

Di tempat lain, Rafa yang masih menggunakan baju tidur tengah mencari kunci mobilnya yang tidak ada ditempatnya , Rafa menggerutu kesal dengan sikapnya yang pelupa di saat penting seperti ini. Perasaan Rafa sungguh tidak main-main pasalnya baru kali ini dari puluhan kali pendekatan dengan wanita lain, Rafa sangat ingin melindungi orang yang disayanginya dengan sepenuh hati, menjaganya setiap waktu dan rela mengorbankan apapun demi bisa melihat Shila tersenyum setiap harinya.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang