48 | Menempuh perjalanan baru

539 81 9
                                        

Ilustrasi Nenek Rafa dan Sekar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ilustrasi Nenek Rafa dan Sekar

Di Kossan Dion dan Fadly.

"Kalian mau pergi kemana? Dion kamu yakin sudah kuat untuk keluar rumah?" tanya Bu Lasmi yang melihat Fadly sedang memapah Dion.

"Kondisi saya sudah lebih baik Bu," jawab Dion sambil tersenyum pada Bu Lasmi agar Bu Lasmi tidak merasa khawatir dengan keadaan dirinya.

"Ya sudah kalau begitu kalian hati-hati dijalan, mobilnya udah dipesan?" tanya Bu Lasmi lagi pada Fadly.

"Mobilnya sudah ada di depan, kami pamit dulu ya Bu," jawab Fadly sambil menyalami Bu Lasmi begitu juga dengan Dion.

Setelah Dion dan Fadly masuk ke dalam mobil, Fadly mengirimkan pesan pada Rafa untuk memberi kabar bahwa mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Rafa, Rafapun membalas pesan dari Fadly dan memberitahu bahwa Rafa dan Tarapun sedang dalam perjalanan pulang dan tidak lama lagi sampai di rumahnya.

"Tar, lo belum cerita apapun sama gue! Lo beneran ga bakal cerita sama gue alasan lo galau kemarin? " tanya Rafa pada Tara karena melihat Tara sedang memikirkan sesuatu dengan raut wajah yang serius.

"Gue belum bisa jelasin sekarang Raf soalnya gue masih ngerasa ragu antara gue terlalu sensi atau perasaan gue yang aneh tapi jujur baru kali ini gue ngerasa sakit hati buat kedua kalinya," jawab Tara sambil menatap ke arah luar jendela.

"Emang siapa yang nyakitin lo Tar? Berani-beraninya bikin sahabat gue sakit hati gini, gue datanginlah orangnya!" canda Rafa mencoba menghibur Tara.

"Yakin lo berani kalau udah tau siapa orangnya?" jawab Tara sambil tertawa karena melihat raut wajah Rafa yang terlihat penasaran.

"Liat aja kalau gue tau orangnya bakal gue botakin karena udah berani bikin senyum sahabat gue ini jadi hilang!" timpal Rafa sambil memarkirkan mobil di garasi rumahnya.

Tara kembali tertawa melihat tanggapan Rafa, andai saja Rafa mengetahui jika orang yang sudah membuat Tara menangis adalah Dion, Rafa pasti akan mengejek Tara seribu kali lipat dari sekarang bukannya menghajar orang yang bersangkutan sesuai dengan janjinya.

Sebuah pemandangan yang pilu dan mengejutkan untuk Rafa dan Tara ketika melihat banyak garis polisi melintang di area sekitar tempat Caca terjatuh, mereka tidak menyangka penyelidikan tentang kecelakaan Caca berlangsung begitu cepat dan mereka juga berharap isi dari rekaman cctv yang berada di area balkon segera dibuka dan diberitahukan pada pihak keluarga sebagai bahan evaluasi dan keluarga bisa mengetahui penyebab jatuhnya Caca dari atas balkon rumah Rafa.

"Kita langsung masuk ke dalem rumah aja Tar kayaya Nenek gue udah nunggu di dalem," ajak Rafa pada Tara yang masih berdiri mematung tepat di depan garis polisi.

Tara langsung mengikuti Rafa dan melangkahkan kakinya memasuki area rumah Rafa tetapi baru saja beberapa langkah tiba-tiba Tara merasakan perasaan takut yang begitu mencekam seolah ada seseorang yang sedang memperhatikan Tara dari kejauhan.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang