10 | Orbs di hasil dokumentasi

938 109 3
                                        

Bandung siang hari, panas begitu menyengat, kemacetan bukan menjadi keadaan yang langka, hampir setiap penjuru Bandung dipadati dengan kendaraan, polisi hilir mudik mengatur lalu lintas yang semakin tak tertib

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bandung siang hari, panas begitu menyengat, kemacetan bukan menjadi keadaan yang langka, hampir setiap penjuru Bandung dipadati dengan kendaraan, polisi hilir mudik mengatur lalu lintas yang semakin tak tertib.

Sedari pagi, Fadly dan Dion sudah berada di ruang pers, dilihatnya hasil dokumentasi kemarin satu persatu, mereka masih terbayang indahnya danau di malam hari, hasil dokumentasi yang mereka ambil terbilang memuaskan, hanya butuh sedikit editan untuk menjadi sebuah artikel, meski Dion merasa puas dengan apa yang mereka lakukan kemarin, beda halnya dengan Fadly yang merasa ada sesuatu yang kurang dengan apa yang mereka dapat.

Fadly beranjak dari tempat duduk," Kenapa ya saya ngerasa banyak hal yang masih kurang di dokumentasi kali ini? " tanya Fadly, terlihat wajah Fadly begitu serius dengan keheranan yang masih menghantuinya.

"Menurut gue udah bagus, tinggal tanya pendapat yang lain aja," jawab Dion.

"Braaakk," suara pintu dibuka paksa. Sosok Tara sudah berada di depan pintu, terlihat bungkusan makanan berada di genggaman tangannya, dia berjalan menghampiri Dion dan Fadly.

"Taraamm.. nih gue bawain kalian donat buat cemilan!" Tara lalu meletakan bungkusan bawaannya di meja, Tara terlihat sumringah hari ini, tatapannya mencoba menerawang sekeliling," Rafa sama Shila mana? " tanya Tara penasaran.

Fadly yang sedang asik melahap donat menjawab pertanyaan Tara,"Shila absen hari ini, katanya kecapean, lagi pula dia emang ga ada jadwal kuliah kalau Rafa masih bimbingan kayanya, Dion mengangguk, mengiyakan. Tara menggeser posisi duduknya ke arah komputer, dilihatnya hasil dokumentasi kemarin, pandangannya terhenti pada satu foto, perbesar, perkecil, begitulah hal yang Tara lakukan, rasa penasaran yang tinggi hinggap di fikirannya.

"Ini foto apaan? Ko bisa ada bentuk kaya gini? tanya Tara heran.

Fadly yang posisinya paling dekat dengan Tara, mengambil langkah seribu menghampiri Tara, diliatnya foto tersebut dengan seksama, " Iya ya ini foto apaan? Perasaan saya ga pernah foto ke arah situ? tanya Fadly tak kalah heran.

Dion yang ikut-ikutan penasaran, menghampiri mereka dan bertukar posisi dengan Fadly, "Dari yang pernah gue baca, bunderan putih ini namanya orbs."

Tara memandang Dion dengan lekat, "Orbs? apaan tuh? ko bisa sih? asli gue baru denger kayanya," tanya Tara dengan beruntun.

"Gue belum tau pasti, keberadaan tentang orbs ini masih simpang siur, ada yang bilang efek kamera yang kena cahaya atau lensa yang kotor tapi beberapa pendapat juga bilang kalo orbs ini adalah pantulan energi yang ketangkep sama kamera, meski kasat mata, energi mereka masih bisa tertangkap sama kesensitifan kamera," jawab Dion mengakhri penjelasannya.

"Tadi lo bilang apa? Mereka? Maksud lo hantu gitu?" Tara sedikit ketakutan.

" Ya gitulah, malahan ada tingkatan-tingkatannya gitu, ada orbs terus nanti beranjak ke ectoplasma, sebutan buat tingkat akhirnya gue lupa, musti liat referensian lagi," jawab Dion menambahkan sedikit penjelasannya.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang