47 | Takdir yang menuntun hasil akhir

523 73 10
                                        

Sesampainya Rafa di rumah sakit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya Rafa di rumah sakit.

Setelah sampai di rumah sakit Rafa langsung berlari menuju tempat Tara dan keluarganya menunggu lalu Rafa langsung menanyakan keadaan Caca pada ayahnya.

"Ayah, bagaimana keadaan Caca sekarang? Maaf kalau tadi malam Rafa tidak sempat pulang karena ada keperluan yang tidak bisa ditunda," tanya Rafa penuh rasa bersalah.

"Pipi kamu kenapa Rafa?" Ayah Rafa balik bertanya karena melihat pipi Rafa yang di tutupi perban.

"Ada sedikit kecelakaan kecil tapi Ayah ga usah khawatir karena semuanya udah aman dan bukan luka serius," jawab Rafa menutupi kejadian yang dialaminya agar orang tuanya tidak merasa khawatir lalu Ayah Rafapun mengangguk seolah mengerti bahwa Rafa tidak ingin membahas lebih lanjut tentang kejadian yang menimpanya.

"Kami sangat bersyukur karena operasi Caca sudah selesai dan Dokter sempat bilang bahwa adikmu sangat kuat untuk seusianya karena bisa menahan rasa sakit yang di deritanya," jawab ayah Rafa dengan matanya yang berkaca-kaca.

"Jadi Caca belum sadar? Kapan Rafa bisa melihat Caca Yah?" tanya Rafa dengan hatinya yang sangat sakit ketika mendengar jawaban dari Ayahnya.

"Kita tunggu kabar selanjutnya dari dokter dan semoga saja setelah operasi perkembangan Caca semakin baik," jawab Ayah Rafa tidak mau memberi harapan pada Rafa.

"Kamu doakan yang terbaik ya untuk Caca karena hati Bunda sangat hancur melihat adikmu terbaring lemah tak berdaya," ucap Bunda Rafa dengan terbata-bata.

Rafa yang melihat Bundanya sangat sedih dan begitu hancur tak kuasa menahan tangisnya dan langsung memeluk Bundanya sambil meminta maaf karena belum bisa menjadi Kakak yang baik untuk Caca selama ini.

"Bunda tolong maafkan Rafa karena Rafa tidak bisa menjaga Caca dengan baik, andai saja saat itu Rafa ada di rumah dan menjaga Caca mungkin musibah ini tidak akan terjadi dan Rafa harap Bunda tidak boleh putus asa karena Rafa yakin Caca juga sudah berjuang dengan sangat kuat dan kita pasti akan bisa pulang bersama lagi," jawab Rafa sambil memeluk Bundanya dengan erat.

Tara yang mendengar ucapan Rafa turut meneteskan air mata karena ikut merasakan perihnya perasaan Rafa dan kedua orang tuanya Rafa saat ini, setiap manusia yang ada di dunia ini pasti tidak ingin kehilangan seseorang yang paling berarti dalam hidupnya karena cobaan yang paling berat setelah ditinggalkan itu adalah harus menata hidup dengan lukanya yang hanya bisa disembuhkan oleh waktu.

"Kamu harus selalu bantu doa ya Nak di setiap nafasmu dan berharap takdir yang terbaik untuk Caca dari yang Maha Kuasa karena kita disini hanya bisa berusaha," jawab Ibu Rafa dengan suaranya yang sudah mulai habis.

Rafa melepas pelukannya secara perlahan dan mengecup kening Bundanya lalu meminta izin untuk pamit sebentar bersama Tara ke kantin belakang mencari makanan untuk Ayah dan Bundanya yang Rafa yakin belum sempat mengisi perutnya sejak kemarin sore.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang