Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di Kamar Dion.
Dion saat itu sedang duduk bersandar di atas kasurnya sambil membuka laptop untuk melihat email yang masuk karena pekerjaannya yang terbengkalai akibat kecelakaan yang menimpanya sedangkan Tara terlihat sedang duduk di kursi sambil memandangi foto Dion, Fadly, Ervan dan kedua temannya yang lain.
"Lo udah lama ya kenal Ervan?" tanya Tara memecah kesunyian diantara mereka.
"Lumayanlah sekitar 8 tahun kurang lebihnya," jawab Dion singkat karena menyadari Tara sedang memperhatikan foto Dion dan teman-temannya dengan mimik wajah yang serius.
Dion sangat mengerti bahwa ada banyak yang ingin Tara ketahui tentangnya terutama mengenai kedua teman Dion yang ada di foto tersebut tapi Tara memilih untuk tidak bertanya tentang mereka agar tidak membuat Dion kembali teringat masa lalunya dan Dionpun menghargai pengertian dari Tara.
"Oh pantesan, lo, Fadly sama Ervan keliataan kaya udah deket banget tapi sayangnya Ervan sekarang lagi ga ada disini," ucap Tara tidak menyadari apa yang diucapkannya sehingga membuat Dion langsung menutup laptopnya dan menatap tajam ke arah Tara.
"Sory Dion, gue ga ada niat nanya macem-macem jadi anggap aja pertanyaan gue tadi ga ada" ujar Tara merasa bersalah dengan apa yang di ucapkannya.
"Ga apa-apa lagipula gue juga emang lagi kepikiran tentang Ervan, dulu mungkin Ervan bisa selamat dan kembali lagi ke rumah ini tapi sekarang gue jadi mikir keras, apa keberuntungan bisa datang buat kedua kalinya?" kali ini Dion balik bertanya pada Tara dengan mimik wajah yang serius.
"Ga boleh ngomong kaya gitu, di dunia ini ga ada hal ada yang ga mungkin, keajaiban pasti selalu ada meski sekecil apapun harapan yang kita punya," jawab Tara tidak kalah serius sambil menatap ke arah Dion.
"Bertahun-tahun gue belajar dari yang namanya kehilangan biar suatu saat nanti gue lebih siap kalau harus ngehadepin kehilangan lagi tapi ternyata ga semudah itu," ujar Dion sambil menarik nafas dalam-dalam mengungkapkan perasaannya saat ini.
Tara menatap Dion dengan dalam karena mengerti beratnya kehilangan seseorang yang sudah lama membersamai Dion sebagai sahabat tapi perasaan ragu akan keberadaan Ervan yang masih ada di Lembur Kuntilanak tak bisa Tara hindari pasalnya beberapa waktu yang lalu Tara secara tidak sengaja sempat melihat seseorang yang mirip sekali dengan Ervan bahkan orang tersebut langsung pergi begitu Tara berteriak memanggil namanya. Tara sebenarnya ingin sekali menceritakan apa yang dilihatnya pada Dion tetapi Tara belum mempunyai cukup bukti dan masih menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh Rafa.
"Bu Lasmi udah tau kalau Ervan sekarang masih hilang di Lembur Kuntilanak?" tanya Tara sambil memelankan suaranya.
"Udah, Fadly yang ngasih tau semuanya," Dion kembali menjawab dengan singkat.
"Terus gimana tanggapannya Bu Lasmi?" tanya Tara lagi dengan penasaran.
"Awalnya Bu Lasmi kecewa sama gue dan Fadly yang udah ngebohongin dia kalau sebenernya Ervan bukan pulang kampung tapi hilang di Lembur Kuntilanak ditambah lagi Bu Lasmi juga tau kalau kita ninggalin Ervan sendirian disana tapi untungnya Fadly ngejelasin semuanya dengan rinci dan sesuai fakta sampai akhirnya Bu Lasmi bisa ngerti dengan keadaannya kalau kita terpaksa ninggalin disana bukan karena kita tega tapi buat keselamatan bersama," jawab Dion menjelaskan kembali apa yang sudah Fadly ceritakan.