37 | Yang belum terselesaikan

651 81 8
                                        

Hilir mudik orang di rumah sakit membangunkan Fadly, Rafa dan Tara yang tidak sadar tertidur dalam posisi duduk, Rafa lalu melihat jam tangan sudah menunjukan pukul sembilan pagi dan segera membuka Hpnya, terlihat banyak panggilan tidak terjawab d...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hilir mudik orang di rumah sakit membangunkan Fadly, Rafa dan Tara yang tidak sadar tertidur dalam posisi duduk, Rafa lalu melihat jam tangan sudah menunjukan pukul sembilan pagi dan segera membuka Hpnya, terlihat banyak panggilan tidak terjawab dan pesan yang ditinggalkan Shila, tanpa menunggu lama Rafa langsung berpamitan pada Fadly dan Tara untuk menjemput Shila karena tidak ingin mengambil resiko Shila menyusul ke rumah sakit sendirian.

Fadly dan Tara lalu beranjak menuju ruang UGD mencari tahu kabar terbaru tentang Dion. Pintu UGD saat itu terbuka dengan lebar tidak seperti malam tadi yang selalu tertutup, Tara memberanikan diri untuk masuk ke dalam karena sudah menunggu cukup lama diluar pintu tapi tidak ada satupun orang yang keluar dari ruangan itu.

Mata Tara terbelalak kaget karena melihat ruangan UGD yang sudah kosong hanya menyisakan satu pasien remaja yang sepertinya baru saja masuk dan langsung dipasangi alat bantu pernafasan karena asmanya yang kumat dan membuat sesak nafas, Tara lalu bertanya pada seorang suster yang tampak sedang menulis di sebuah buku administrasi.

"Maaf Suster, pasien di UGD yang masuk kemarin malam atas nama Dion sekarang ada dimana ya Sus?" tanya Tara dengan wajah kebingungan.

"Atas nama Dion ya?" tanya suster tersebut memastikan sambil membuka catatan dari perawat UGD yang bekerja di shift malam kemarin.

"Pasien atas nama Pak Dion sudah di pindahkan ke ruangan Bu, ruang gagak di lantai 4, kamar perawatannya yang paling ujung ya Bu," jawab Suster memberikan informasi.

Fadly dan Tara tercengang kaget ketika mendengar jawaban dari suster pasalnya mereka sama sekali tidak diberitahu oleh pihak rumah sakit ataupun perawat yang ada disana jika Dion sudah dipindahkan ke ruang perawatan, meski awalnya tidak menerima tapi Fadly dan Tara merasa lega karena sesuai dengan arahan Dokter tadi malam jika Dion sudah dipindahkan ke ruang perawatan berarti kondisinya sudah mulai membaik dan bisa dianggap sudah melewati fase kritis.

Tara dan Fadly berlari menuju lift karena tidak sabar untuk melihat keadaan Dion, pintu lift terbuka dan mereka segera masuk ke dalam lift tapi ketika mereka mencari angka empat di jajaran tombol lift tersebut mereka merasa bingung karena tidak bisa menemukan angka empat, dari tombol angka 3 langsung menuju ke angka 5 yang artinya lantai 4 tidak bisa mereka akses melalui lift. Tara dan Fadly yang merasa heran langsung berjalan kembali keluar lift dan menuju tempat satpam yang lokasinya tidak jauh dari tempat mereka berada.

"Permisi Pak maaf mengganggu, kami ingin menanyakan bagaimana caranya untuk bisa menuju ke lantai empat sementara di lift tidak ada tombol angka empat?" tanya Fadly pada satpam yang sedang berjaga.

"Mau ke ruang gagak atau ruang jalak? Untuk ke lantai empat aksesnya harus menggunakan tangga karena lantai tersebut khusus perawatan korban kecelakaan jadi memang sengaja lantai tersebut tidak tercantum di tombol lift untuk umum hanya ada di di tombol lift khusus pasien," jawab satpam tersebut menjelaskan.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang