Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mobil Rafa sudah memasuki halaman rumah tempat Dion dan Fadly tinggal, mereka semua disambut oleh Ibu kost mereka yang kebetulan sedang berada di pelataran rumah.
"Alhamdulilah Dion kamu sudah kembali kesini, Ibu kemarin sangat khawatir saat mendengar cerita dari Fadly, maafkan Ibu ya belum sempat menjenguk ke rumah sakit karena kemarin anak Ibu juga tiba-tiba demamnya tinggi," ujar Bu Lasmi menyambut kedatangan Dion yang sedang di bantu oleh Fadly dan Rafa untuk duduk di kursi teras.
"Iya Bu ga apa-apa, ga usah ngerepotin lagipula saya sudah sehat sekarang," jawab Dion sambil berterimakasih.
"Shila ga ikut kesini?" tanya Bu Lasmi menyadari ketidak hadiran Shila.
"Sedang ada urusan diluar Bu jadi nanti menyusul," jawab Fadly sambil membuka sepatu yang dipakainya.
"Oh begitu, nanti Ibu bantu kamu masak ya karena Ibu sudah membelikan bahan-bahan untuk makan siang kalian hari ini, hitung-hitung menyambut kembali kedatangan Dion," pinta Bu Lasmi pada Fadly.
"Terimakasih ya Bu, maaf kita semua jadi ngerepotin Ibu," ujar Tara tersenyum ramah.
"Jangan sungkan gitu Tara karena Dion, Fadly dan Ervan sudah Ibu anggap anak sendiri apalagi mereka ini sudah lama tinggal di tempat Ibu jadi kalau salah satu ga ada di rumah ini rasanya anak Ibu ada yang kurang," jawab Bu Lasmi membuat Dion dan teman-teman lainnya saling berpandangan.
Bu Lasmi yang menyadari ada yang salah dari ucapannya karena membuat raut wajah Dion dan teman-temannya yang lain berubah langsung berinisiatif untuk mengalihkan pembicaraan dan kembali mencairkan suasana juga meminta semuanya untuk segera masuk ke dalam rumah agar Dion bisa langsung beristirahat di kamarnya sambil menunggu makan siang siap disajikan.
"Rafa jaga Dion saja ya di kamar biar Ibu, Tara dan Fadly yang menyiapkan untuk makan siang dan jangan lupa tolong pakaikan ini ya di punggungnya Dion agar lukanya cepat kering," perintah Bu Lasmi sambil memberikan ramuan yang sudah di siapkannya.
Rafa lalu memapah Dion masuk ke dalam kamarnya sambil membawa ramuan yang diberikan oleh Bu Lasmi, Rafa sempat melirik ke arah kamar Ervan ketika melewatinya dan kembali tersirat semua keganjilan yang Rafa liat beberapa waktu yang lalu saat diam-diam masuk ke dalam kamar Ervan.
Bu Lasmi, Fadly dan Tara sudah bersiap untuk memasak makanan yang enak untuk makan siang nanti meski Tara pastinya hanya akan menjadi juru cicip tapi semangat Tara untuk ikut terlibat memasak patut di apresiasi teman-temannya.
"Kalau sedang masak seperti ini kadang-kadang Ibu suka teringat Jingga yang punya hobi memasak, Jingga anaknya riang seperti Tara dan kalau main kesini pasti selalu bantu Ibu sama Fadly untuk memasak atau bikin kue," ucap Bu Lasmi sambil membumbui ayam yang akan di bakar oleh Fadly.
Seketika suasana menjadi sunyi ketika Fadly dan Tara mendengar apa yang diucapkan oleh Bu Lasmi membuat Tara bisa membayangkan jika sosok Jingga sangat disayangi oleh semua orang semasa hidupnya dan menjadi sangat wajar jika Dion butuh waktu yang lama untuk melupakan Jingga dihidupnya.