Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa pergantian siang menuju sore hari, senja sudah tiba sehingga tak terasa tujuan mereka sudah di depan mata, Ervan yang bergantian dengan Rafa saat mengendarai mobil sejenak melupakan persaingan diantara keduanya, perasaaan takut kian merasuki pikiran mereka, tak jarang dalam pikiran mereka ingin mengurungkan niatnya untuk masuk ke desa tersebut tapi mereka punya tanggung jawab untuk menemukan Shila dalam keadaan selamat.
"Dari sini kemana?" tanya Ervan yang melihat persimpangan di depan jalan.
"Ko gue ngerasa jalannya beda ya sama pas kita dateng dulu? Dulu ga ada persimpangan gini, dulu masih ada pencahayaan di sepanjang jalan, ko malem ini gelap banget rasanya?" jawab Rafa dengan heran karena tidak sesuai dengan yang ada di benaknya.
"Gue takutnya kita di sasarin meski udah ngikutin google map," ujar Ervan merasa curiga setelah mendengar penuturan Rafa.
"Di depan keliatannya ada rumah, baiknya kita coba tanya aja kesana, siapa tau penghuni rumah itu bisa kasih kita petunjuk jalan," ujar Dion meminta Fadly untuk turun dari dalam mobil karena Fadly yang paling fasih berbahasa Sunda.
"Ya udah gue temenin Fadly, terus kita nanyanya gimana? tanyain arah ke lembur kuntilanak?" tanya Tara tidak berniat sompral.
"Hush sembarangan kalau ngomong! Lembur tengah, bukan lembur kuntilanak! Inget kan kemarin apa kata Nenek gue? Tabu buat ngomong nama desa itu! Udah cepetan tanyain nanti hari makin gelap!" pinta Rafa pada Fadly dan Tara.
Fadly dan Tara turun dari dalam mobil lalu berjalan menuju rumah yang Dion maksud, Fadly mengetuk pintu rumah tersebut dan mengucapkan salam dengan pelan, tidak berapa lama terlihat seorang Ibu yang sedang menggendong anaknya tengah mengintip dari balik pintu.
"Punten Bu, upami bade ka Lembur tengah, jalanna ka palih mananya Bu?" tanya Fadly dengan Bahasa Sunda yang sopan.
Ibu yang sedang menggendong anaknya tersebut tidak menjawab pertanyaan Fadly tetapi langsung menutup pintu dengan mimik wajah yang ketakutan ketika mendengar Fadly yang menyebut nama Lembur Tengah, Fadly dan Tara yang kaget dengan perilaku Ibu tersebut dengan segera kembali ke mobil Rafa.
"Ibunya engga mau ngejawab malah langsung nutup pintu begitu denger nama Lembur Tengah," ujar Tara dengan heran.
"Terus sekarang mau lewat jalur yang mana?" tanya Ervan lagi meminta keputusan.
"Coba kamu liat kedepan Raf! Di depan keliatannya ada seorang wanita dan seorang anak kecil yang sedang membawa kayu bakar," ujar Fadly memberi tahu Rafa dan meminta Rafa untuk bertanya pada wanita tersebut.
Rafa lalu turun dari dalam mobilnya dan mendekati wanita tersebut untuk menanyakan jalan ke Lembur tengah, "Permisi Bu saya mau bertanya kalau kita mau ke lembur tengah, dari persimpangan di depan harus belok kanan atau ke kiri ya Bu?"
Ibu tersebut tidak menjawab pertanyaan Rafa hanya diam sambil menatap tajam ke arah Rafa dan teman-temannya seolah tidak suka dengan kedatangan mereka lalu Ibu tersebut langsung berjalan meninggalkan Rafa yang masih berdiri menunggu jawaban sementara anaknya masih berada di posisi yang sama dan tiba-tiba anak tersebut menggerakan tangannya menujuk ke arah kiri lalu Rafa melihat ke arah yang dimaksud anak tersebut tapi baru saja Rafa hendak mengucapkan terimakasih ternyata anak dan Ibu tersebut sudah menghilang dari pandangan Rafa, Rafa langsung berlari sekencang-kencangnya menuju mobil.