67 | Jiwa dan Raga yang terpisah

515 58 14
                                        

Dari kejauhan terdengar suara derasnya air yang jatuh terhempas dari ketinggian, rasa lega sedikit terasa karena jalan alternatif menuju tujuan utama mereka sudah dekat, Rafa meminta teman-temannya yang lain untuk mempercepat langkah kaki mereka k...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dari kejauhan terdengar suara derasnya air yang jatuh terhempas dari ketinggian, rasa lega sedikit terasa karena jalan alternatif menuju tujuan utama mereka sudah dekat, Rafa meminta teman-temannya yang lain untuk mempercepat langkah kaki mereka karena sebentar lagi senja akan menghiasi cakrawala.

Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka bisa melihat curamnya air terjun yang cukup menggertak nyali, air terjun tersebut tampak alami dan belum banyak terjamah tangan manusia, sekilas tampak indah tapi menyimpan banyak misteri. Tara mulai memperhatikan keadaan sekitar dan melihat tempat yang tepat untuk melakukan rappeling, memprediksi tebing yang dirasa cukup aman dipakai untuk memijakan kaki, setelah memperhitungkan dengan seksama akhirnya Tara meminta teman-temannya untuk berkumpul sambil menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan juga prosedur keamanan saat menuruni tebing terutama untuk Sekar yang baru pertama kali melakukan kegiatan tersebut karena Dion, Fadly dan Rafa pernah beberapa kali melakukan kegiatan rapelling. Setelah selesai melakukan pengarahan secara singkat dan mengejar waktu sebelum gelap, Tara meminta bantuan Dion dan Fadly untuk mengeluarkan alat rappeling yang sengaja di bawa Tara untuk mengantisipasi situasi seperti ini meskipun awalnya ide tersebut sempat di tolak teman-temannya karena barang bawaan mereka sudah banyak dan akhirnya Tara membuktikan bahwa alat tersebut sangat berguna.

Berpacu dengan waktu yang terbatas dan langit yang sudah mulai berwarna jingga, Dion memimpin doa dan kembali meminta Tara untuk berhati-hati dan berkonsentrasi penuh karena Tara menjadi orang pertama yang akan menuruni air terjun sekaligus memikul tanggung jawab yang berat untuk memastikan keselamatan semuanya. Tara dengan lantang menjelaskan pada Dion bahwa semuanya akan berjalan aman dan lancar sebagaimana mestinya. Setelah memakai peralatan sesuai dengan prosedur keamanan, Tara mengambil posisi dan mulai menuruni tebing secara perlahan, kondisi tebing yang licin dan berlumut membuat Tara harus lebih cekatan dalam memperhatikan pijakan terutama kewaspadaannya akan gangguan makhlus astral yang mungkin saja menjadi hambatan untuk keselamatan mereka. Angin yang cukup kencang membuat air terjun bersibaran membasahi tubuh Tara, tiba-tiba tercium aroma amis yang menyengat dari arah bawah membuat Tara berkesimpulan bahwa ada sesuatu dibawah yang tidak terduga tengah menantinya.

Akhirnya Tara berhasil menapakan kakinya dan langsung menyaksikan pemandangan yang membuatnya mual dan merinding seketika tetapi Tara berusaha untuk tetap tenang sambil mengabari teman-temannya bahwa Tara sudah sampai dengan selamat di bawah dan menunggu orang selanjutnya untuk menuruni air terjun tersebut. Dion yang mendengar kabar baik dari Tara, merasa sangat lega dan segera mengambil posisi untuk menjadi orang kedua yang menuruni air terjun, ketika sedang bersiap Dion sempat beradu pandang dengan Sekar yang menatapnya dengan lekat seakan penuh kekecewaan tetapi Dion membalas tatapan Sekar tersebut dengan senyuman untuk mulai memperbaiki hubungan baik dengan Sekar kedepannya meski Sekar mengartikan senyum Dion dengan harapan lain.

Dion mulai menuruni tebing dengan sangat hati-hati, kegiatan menuruni tebing seperti ini sering dilakukan Dion sewaktu masih berseragam putih abu karena Dion mengikuti ekskul pecinta alam dan merupakan pendaki yang aktif bersama Ervan dan Fadly tetapi hobi Dion tersebut sirna ketika alam dan gunung yang menjadi rumah kedua untuk Dion memeluk erat Raga dan Jingga dalam dekapannya hingga mereka tidak pernah ditemukan.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang