28 | Hilang di Gunung Salak

757 87 2
                                        

Ilustrasi Jingga dan Raga yang hilang di Gunung Salak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ilustrasi Jingga dan Raga yang hilang di Gunung Salak

Setengah perjalanan sudah mereka lalui, terdengar suara adzan subuh berkumandang dengan sangat menenangkan, mereka menarik nafas lega karena fajar sudah datang menjemput, mereka sepakat untuk mengantar Shila terlebih dahulu karena Tante Nada sangat khawatir dengan keadaan Shila. Sepanjang perjalanan Dion, Fadly dan Tara tertidur pulas melepaskan rasa lelahnya, Shila masih terjaga di samping Rafa menemaninya mengendarai mobil, Shila merasa sangat menyesal dalam hatinya karena sudah melakukan hal bodoh yang membahayakan teman-temannya, Shila lalu menatap Rafa sangat dalam, Rafa yang sadar sedang diperhatikan oleh Shila, tersenyum sangat tampan.

"Udah ga usah mikir macem-macem yang penting lo selamet dan sekarang udah sama kita lagi, yang udah lewat lupain aja! Sekarang lo harus fokus sama kesembuhan Oma soalnya terakhir gue dapet kabar dari Tante Nada kalau keadaan Oma semakin membaik," ujar Rafa seolah mengetahui semua yang ada dipikiran Shila.

"Makasih Raf untuk semua bantuan lo," jawab Shila lembut dengan matanya yang berkaca-kaca.

"Masalah Ervan jangan terlalu lo pikirin! Bener kata Dion sama Fadly, mereka kenal Ervan udah lama, mereka sangat yakin kalau Ervan bisa keluar dari lembur kuntinakan dan gw rasa hal ghaib bukan sesuatu yang baru buat dia!" kata Rafa lagi berharap Shila tidak terus merasa bersalah dengan hilangnya Ervan.

Shila mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Rafa lalu Rafa meminta Shila untuk beristirahat agar kesehatannya cepat pulih karena Rafa berjanji akan mengantar Shila untuk menjenguk Omanya jika keadaan Shila sudah memungkinkan, Shila tidak membantah perkataan Rafa dan Shilapun langung berusaha memejamkan matanya, Rafa tersenyum sangat bahagia karena bisa menepati janjinya untuk membawa Shila pulang, mobil Rafa terus melaju dengan cepat menembus kabut yang menghadang, rasa lelah mereka terbayar sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Hal yang paling mereka syukuri sekarang adalah bisa berkumpul bersama lagi, Rafa membukakan pintu untuk membantu Shila turun dari dalam mobil, Tante Nada yang dikabari Tara sudah menunggu Shila di depan pintu rumahnya, Tante Nada memeluk Shila dengan erat melepaskan rasa rindunya yang sejak kemarin terasa sangat membelenggu.

" Shila kamu dari mana saja? Tante sangat khawatir, tolong jangan pergi tanpa memberi kabar lagi ya!" ucap Tante Nada sambil membelai lembut rambut Shila.

"Terimakasih ya kalian sudah mengantar Shila pulang, Tara juga terimakasih ya selalu membuat Tante lebih tenang," ujar Tante Nada mengucapkan banyak terimakasih pada teman-teman Shila.

"Sudah tugas kami Tante sebagai sahabat Shila dan terutama saya yang sebentar lagi naik pangkat," jawab Rafa mencairkan suasana yang otomatis disambut tawa teman-temannya, sementara Shila tersipu malu.

"Makasih ya semuanya, kalian emang temen gue yang paling baik! Gue nanti sore mau ke rumah sakit dianter Rafa, kalian mau ikut?" tanya Shila pada teman-temannya.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang