55 | Rahasia yang mendalam

498 65 13
                                        

S

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

S

epi, hening dan mencekam adalah gambaran suasana tempat mereka mendirikan tenda di malam tersebut, binatang malam yang sedari tadi terdengar bersautan kini seperti terlelap di telan gelapnya malam hanya menyisakan kesunyian dengan suara angin yang berhembus sangat kencang beradu dengan rimbunnya dahan pepohonan yang lebat.

Sekar terbangun dari tidurnya karena mendengar suara derap langkah kaki diluar tenda, Sekar bisa merasakan bahwa ditempat mereka mendirikan tenda aura dari makhluk penunggu tempat tersebut sangat terasa bahkan ketika Sekar hendak memejamkan mata saat mencoba untuk tidur, Sekar bisa melihat jelas bayangan sosok tinggi besar berdiri tepat di depan tenda mereka seperti ingin mengusir manusia yang berani-beraninya mendirikan hunian di daerah kekuasaan mereka tetapi beruntung sosok tersebut tidak mengganggu dan hanya menampakan keberadaannya saja membuat Sekar tidak harus berinteraksi lebih jauh.

Suara dari balik tenda semakin jelas terdengar, Sekar yakin bahwa suara tersebut bukan berasal dari makhlus halus karena dari suara daun kering yang terinjak dan suara pergerakan yang dilakukan, Sekar semakin yakin bahwa sosok tersebut adalah manusia. Saat ini yang paling Sekar takuti jika orang tersebut adalah manusia yang mempunyai niatan jahat ataupun perampok yang akhir-akhir ini marak terjadi di kalangan pecinta alam.

Saat itu ingin rasanya Sekar membangunkan Tara tetapi perasaan sungkan menghalangi niatan Sekar hingga akhirnya Sekar memberanikan diri melawan rasa takutnya dan secara perlahan mengintip dari balik jendela tenda untuk melihat lebih jelas asal suara tersebut dengan hati-hati karena malam sudah sampai pada puncaknya di malam tersebut.

"Kak Dion?" gumam Sekar dalam hatinya karena terkejut melihat Dion yang sedang duduk sendirian di depan api unggun.

Tatapan mata dari Dion jelas terlihat menyimpan kesedihan yang mendalam, sesekali Dion membuka halaman demi halaman dari buku kecil yang dibawanya, Sekar awalnya tidak ingin mendatangi Dion yang sepertinya lebih ingin untuk sendiri tetapi karena Sekar sangat peduli dan mengkhawatirkan keadaan Dion akhirnya Sekar memilih untuk menghampiri Dion sambil membawakan segelas susu hangat yang sengaja Sekar buat di dalam tendanya menggunakan air termos dan berharap Dion dapat menerima kehadirannya.

Dion yang melihat ada pergerakan dari dalam tenda Sekar dan Tara langsung memusatkan pandangannya dan tidak lama kemudian terlihat Sekar berjalan keluar tenda dengan perlahan sambil menutup kembali pintu tenda agar tidak mengganggu Tara yang sedang tertidur pulas tetapi Dion yang melihat Sekar keluar dari dalam tenda langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Kak Dion belum tidur? Kenapa sendirian diluar?" sapa Sekar dengan senyumnya yang ramah dan langsung berinisiatif duduk di sebelah Dion.

Dion hanya diam seribu bahasa tidak membalas pertanyaan Sekar ataupun memperhatikan keberadaan Sekar yang sekarang berada di sampingnya tetapi Sekar yang tidak menyerah terus mencoba mencairkan suasana dengan menceritakan hal yang menarik dan juga membahas perjalanan esok pagi untuk mendapatkan simpati dari Dion.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang