38 | Ibu yang tadi meninggal

714 84 4
                                        

Suasana hening sesaat, diluar terdengar terdengar suara gaduh yang berasal dari kedatangan Tara dan Fadly yang sudah selesai berbelanja di minimarket, Tara membawa dua kantong belanja berisi makanan ringan dan keperluan Dion serta teman-teman yang...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana hening sesaat, diluar terdengar terdengar suara gaduh yang berasal dari kedatangan Tara dan Fadly yang sudah selesai berbelanja di minimarket, Tara membawa dua kantong belanja berisi makanan ringan dan keperluan Dion serta teman-teman yang akan bergiliran untuk menjaga Dion di rumah sakit. Tidak berapa lama setelah Dion meminum obat yang diberikan oleh suster, mata Dion terasa berat dan mulai mengantuk sehingga teman-temannya yang lain memutuskan untuk menunggu diluar ruangan hanya Fadly yang bertugas menemani Dion di dalam saat itu.

Saat Dion baru saja terlelap karena efek obat yang diminumnya, tiba-tiba Dion terbangun karena mendengar suara benturan keras dari arah kamar mandi diikuti suara rintihan seorang wanita, Fadly dengan sigap berlari ke arah sumber suara tersebut bersama seorang penunggu pasien lainnya lalu Fadly mencoba membuka kamar mandi tapi kamar mandi itu ternyata terkunci dari dalam hingga akhirnya Fadly berinisiatif untuk memanggil teman-temannya dan memanggil Suster untuk meminta bantuan lebih lanjut.

"Tolong bantu saya, ada seorang pasien yang jatuh di kamar mandi!" teriak Fadly memanggil Rafa, Shila dan Tara yang sedang duduk diluar.

Mereka segera masuk ke dalam ruangan sementara Rafa berlari menuju ruangan suster untuk meminta bantuan yang lain tetapi tidak ada seorangpun petugas yang berjaga dan dengan sangat terpaksa Rafa harus kembali menuruni tangga sendirian, masih terbesit di benak Rafa tentang suster yang tadi diliatnya tadi pagi tapi Rafa mencoba melupakan pemikiran negatifnya sejenak lalu berlari menuruni tangga, tiba-tiba Rafa merasakan seperti ada yang menepuknya dari belakang tapi ketika membalikan badannya tidak ada satu orangpun yang ada di belakang Rafa.

Rafa berhenti sejenak untuk mengatur nafas lalu kembali berlari sesegera mungkin untuk menemui satpam yang ada di lantai bawah. Setelah menuruni empat lantai, Rafa akhirnya bisa menemukan satpam dan menceritakan kejadian yang terjadi di ruangan tempat perawatan Dion, satpam tersebut lalu mengikuti Rafa ke lantai empat sambil membawa peralatan untuk membongkar pintu karena kamar mandi rumah sakit tersebut tidak memiliki kunci cadangan.

"Tolong berikan ruang agar saya bisa segera membuka pintu ini!" perintah satpam tersebut pada beberapa orang yang sedang berkumpul di depan kamar mandi.

Tara dan Shila lebih memilih untuk menunggu di tempat Dion karena tidak berani melihat keadaan wanita yang masih berteriak meminta tolong dengan lirih di dalam kamar mandi, setelah kunci berhasil dibuka lalu satpam tersebut mencoba untuk langsung membuka pintu tapi ternyata masih tertahan dari dalam hingga akhirnya meminta bantuan pada Fadly dan Rafa untuk mendobrak pintu tersebut dan dengan aba-aba dari Fadly mereka langsung mendobrak pintu itu hingga berhasil terbuka.

Seorang Ibu separuh baya yang memakai daster batik berwarna biru tampak tergeletak di kamar mandi dengan selang infusan yang sudah terlepas dari tangannya hingga terdapat cipratan darah di lantai serta dinding kamar mandi tersebut, tak banyak membuang waktu mereka segera menggendong Ibu tersebut ke atas ranjang untuk diberikan pertolongan pertama oleh dua orang suster yang baru saja datang.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang