Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi yang terasa sangat berat untuk Tara bangun dari tidurnya, matanya yang sembab dan hidungnya yang terasa sakit karena menangis terlalu lama membuat Tara masih tidak ingin diganggu dan tidak ingin keluar dari kamarnya.
Sulit rasanya untuk melukiskan perasaan Tara di hari ini meskipun Tara sudah membaca whatsapp dari Dion yang berisikan permintaan maaf singkat darinya tapi usaha Dion tersebut nyatanya tidak bisa menghilangkan perasaan kecewa Tara atas sikap Dion kemarin.
Bi Eti sengaja bangun subuh agar bisa menyiapkan sarapan kesukannya tapi ternyata usaha Bi Eti tersebut tidak membuahkan hasil, aroma dari dendeng balado yang Bi Eti masak dengan sepenuh hatipun tidak mempan membuat Tara keluar dari kamar tidurnya. Keadaan Tara yang seperti ini membuat Bi Eti semakin kalang kabut karena di mata Bi Eti, Tara adalah seorang wanita yang sangat kuat dan selalu bisa menyembunyikan perasaan sedihnya saat dia tengah menghadapi masalah tetapi sikap Tara yang tidak biasa ini tentu saja membuat Bi Eti penasaran akan penyebabnya.
Suara mobil terdengar dari luar dan tampaknya ada seseorang yang datang lalu memarkirkan mobilnya, Bi Eti berjalan mengintip sebentar dari balik jendela untuk melihat siapa yang datang karena suara pintu terdengar diketuk dengan cukup keras.
"Pagi Bi Eti, Taranya ada?" tanya Rafa dengan raut wajah yang cemas dan nada suara yang tergesa-gesa.
"Oh Mas Rafa toh, tak kirain siapa! Non Tara ada di dalam kamarnya Mas tapi dari kemarin sore ngurung diri, Bi Eti juga udah berusaha bujukin Non Tara biar mau keluar kamar tapi Non Taranya tetep engga mau malah Bibi ngedenger Non Tara nangis makin kenceng," cerita Bi Eti sambil berbisik mengutarakan kekhawatirannya pada Tara.
"Hah nangis? Bi Eti ga tau sama sekali penyebabnya?" tanya Rafa terkejut setelah mendengar cerita dari Bi Eti lalu memutuskan untuk langsung menuju kamar Tara.
Rafa mengetuk pintu kamar Tara dengan keras tapi masih tidak ada jawaban dari Tara, Bi Etipun sempat mengingatkan Rafa agar tidak memaksa Tara karena khawatir Tara semakin enggan untuk keluar kamar.
"Tar, ini gue Rafa! Tolong buka pintunya, gue mau ngomong sesuatu!" Rafa berteriak dengan keras dan menegaskan tujuannya datang ke rumah Tara.
Tara yang mendengar suara Rafa melihat sebentar ke arah pintu, awalnya Tara ingin menemui Rafa tapi setelah berpikir sejenak jika Rafa mengetahui alasan Tara menangis seperti ini karena Dion pasti Rafa akan menertawakan Tara sepuasnya alasan itulah yang membuat Tara mengurungkan niatnya.
"Tar gue tau lo denger suara gue, jangan pura-pura tidur! Gue kesini karena ada hal penting dan ini tentang Shila!" teriak Rafa masih berusaha membujuk Tara untuk mendengarkannya.
"Kalau lo cari gue cuman buat curhat lebih baik lo pulang! Gue ga mau di ganggu sama siapapun! Gue lagi mau sendiri!" Tara yang kesal karena Rafa terus mengetuk pintu kamarnya dengan keras akhirnya membalas panggilan Rafa.
"Shila belum pulang Tar dari kemarin siang terus sekarang gue ga tau Shila ada dimana!" balas Rafa yang membuat Tara langsung bangkit dari posisi tidurnya tapi masih ragu untuk membuka pintu kamarnya.