58 | Sosok pendaki yang hilang

585 72 8
                                        

Dion dan Rafa duduk di depan api unggun, Rafa yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya langsung bertanya pada Dion dan berharap Dion bisa menceritakan secara utuh kejadian yang dialaminya bersama Tara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dion dan Rafa duduk di depan api unggun, Rafa yang sudah tidak sabar ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya langsung bertanya pada Dion dan berharap Dion bisa menceritakan secara utuh kejadian yang dialaminya bersama Tara.

"Lo sama Tara sebenernya kemana aja? Kalian udah tiga hari hilang di tengah hutan tanpa kabar dan jejak!" tanya Rafa memulai pembicaraan.

"Tiga hari? Maksud lo?" Dion balik bertanya dengan heran.

"Iya tiga hari! Lo sama Tara udah hilang tiga hari! Kita disini berusaha nyari lo sama Tara dari pagi sampai malem setiap harinya tapi ga ada petunjuk sama sekali," jawab Rafa menjelaskan pada Dion.

Dion terdiam dan berusaha menelaah perkataan Rafa, terutama mengenai perbedaan waktu saat mereka tersesat yang ternyata Dion dan Tara sudah hilang selama tiga hari menurut versi Rafa, semua terasa ganjil dan diluar nalarnya tetapi Dion yakin bahwa semua adalah bagian dari rintangan untuk menyelasaikan semua permasalahan yang terjadi dan Dion sangat bersyukur bisa kembali dengan selamat juga bisa melindun

"Semuanya berawal dari Tara yang diem-diem mau pergi sendiri buang air kecil tapi kebetulan gue lagi ada di luar tenda jadi gue mutusin buat anter Tara karena gue yakin sebenernya Tara takut kegelapan dan sendirian tapi diluar prediksi gue, gue sama Tara malah masuk ke tempat asing yang sama sekali gue belum pernah lewatin!" Dion menceritakan awal mula dirinya dan Tara tersesat.

"Terus gimana lo akhirnya bisa balik lagi kesini? Gue tadinya ngasih batas waktu sampai besok pagi, kalau lo sama Tara ga ketemu juga, gue sama tim SAR yang gue temuin kemarin, mau langsung lapor ke pusat kalau ada tambahan orang hilang di hutan ini!" kata Rafa sambil menyeruput kopi hitam yang diseduhnya.

" Gue sama Tara ditolong orang yang namanya Samudra, Samudra yang bantu gue keluar dari alam yang gue yakin itu bukan alam manusia," jawab Dion sambil berusaha mengingat kejadian yang dialaminya kemarin malam.

"Samudra? Orang yang kemarin datang ke tenda kita buat minta air minum?" tanya Rafa dengan wajah heran dan memastikan perkataan Dion.

"Iya, Samudra yang nyelametin gue sama Tara dan nunjukin jalan keluar. Gue juga kemarin sempet liat lo, Fadly sama Sekar dari atas tebing, gue sama Tara udah manggil lo berulang-ulang kali tapi ga ada satupun diantara lo semua yang sadar sama keberadaan gue sama Tara," jawaban dari Dion membuat Rafa menggelengkan kepalanya berulang-ulang kali berusaha menerima kejadian diluar nalar yang dialami Dion dan Tara.

Suasana hening tanpa ada percakapan apapun, Rafa sibuk berpikir dengan teori yang ada di kepalanya begitu juga dengan Dion, Fadly yang samar-samar mendengar percakapan antara Dion dan Rafa dari dalam tenda memutuskan untuk menemui Dion dan Rafa untuk mencari tau lebih jauh tentang kejadian yang sebenarnya terjadi, Fadly juga menitipkan Tara pada Sekar dan meminta Sekar untuk terus mengamati kondisi Tara.

"Kamu bilang kamu di bantu oleh Mas Samudra? Kalau benar kamu dibantu oleh Mas Samudra kenapa kamu tidak ajak Mas Samudra untuk ikut bersama kamu?" tanya Fadly yang sudah duduk di sebelah Dion.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang