26 | Petuah Nenek Rafa

757 93 1
                                        

Kata orang tua zaman dulu, jam dua malam adalah waktu yang paling angker di sepanjang malam karena di waktu tersebut gerbang dunia astral dan manusia saling terhubung sehingga makhluk dari dunia lain akan lebih mudah menampakan dirinya atau mengir...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kata orang tua zaman dulu, jam dua malam adalah waktu yang paling angker di sepanjang malam karena di waktu tersebut gerbang dunia astral dan manusia saling terhubung sehingga makhluk dari dunia lain akan lebih mudah menampakan dirinya atau mengirimkan suara-suara ghaib yang membuat manusia ketakutan, mereka menyerap rasa takut manusia menjadi sumber kekuatan, kemunculan mereka di dunia manusia sering ditandai dengan jatuhnya benda secara tiba-tiba, suara hewan yang terdengar tidak biasa dan angin dingin yang tiba-tiba berhembus kencang membuat bulu kuduk merinding.

Rafa memarkirkan mobilnya di batas portal, Ervan sudah memperingatkan teman-temannya untuk segera berlari begitu turun dari mobil dengan tujuan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi apalagi saat ini kondisi mata batin teman-temannya sedang terbuka, mereka berlari sekuat tenaga dan saling bantu agar tidak ada yang terpisah, Rafa membantu Fadly yang sangat kesakitan karena merasa badannya semakin berat lalu mereka menaiki tangga terakhir menuju rumah Nenek Rafa, langkah kaki mereka kembali terhenti ketika melihat sesosok pocong melintang ditengah jalan setapak dengan suara geraman yang menakutkan, bau kapur barus tercium menyengat menusuk hidung mereka, Ervan meminta teman-temannya berdoa di dalam hati dan jangan sampai terlihat ketakutan, Ervan meminta teman-temannya untuk mengikuti arah jalannya dan jangan sesekali menatap mata pocong itu, mereka semua menundukan pandangan dan setelah berhasil melewati sosok itu mereka kembali berlari sampai pelataran rumah Nenek Rafa.

"Baru kali ini gue ngeliat yang namanya pocong ternyata pocong emang setan yang paling serem!" ujar Dion sambil mengatur nafasnya.

"Itu baru awalan, pocong tadi cuman nampakin wujudnya tapi ga punya niat ngeganggu kita, pocong itu identik dengan bau kematian, dari orang-orang yang belum terima dengan kematiannya," jawab Ervan menanggapi perkataan Dion.

Tiba-tiba pintu rumah nenek Rafa sudah terbuka, terdengar suara Nenek Rafa dari dalam yang membuat mereka semua kaget.

"Ayo masuk ke dalam, jangan lama-lama diluar! Banyak yang penasaran dengan bau kalian," teriak Nenek Rafa dari dalam rumahnya.

Mereka berpandangan satu sama lain seakan tidak percaya bahwa Neneknya Rafa seperti sudah menunggu kedatangan mereka dan masih terjaga di waktu yang sudah sangat larut, Rafapun segera mengajak teman-temannya untuk masuk.

Rafa yang melihat Neneknya sudah duduk di bangku goyang kesayangannya tampak tidak bisa membendung lagi perasaannya, tangisnya pecah sambil memeluk Neneknya. Nenek Rafa lalu membelai rambut Rafa dengan perlahan, Nenek Rafa sangat tahu bahwa saat ini kesedihan Rafa sudah sampai pada titik puncaknya karena sedari kecil Rafa merupakan sosok laki-laki yang sangat kuat dan hampir tidak pernah menangis bahkan saat terjatuh ataupun bertengkar dengan teman sebayanya.

Rafa selalu melindungi siapa saja yang berada dalam ancaman bahaya meskipun harus mengorbankan dirinya, salah satunya ketika Rafa sedang bermain sepeda di depan rumahnya dan tidak sengaja melihat anak Perempuan yang sedang berlari kencang mengambil bola yang menggelinding ke tengah jalan disaat kendaraan sedang ramai berlalu lalang lalu Rafa yang melihat ada motor melaju kencang dari arah berlawanan segera berlari dan mendorong anak itu ke samping trotoar, naasnya Rafa yang terlambat menyelamatkan diri harus menjadi korban dari tabrak lari itu, Rafa harus mendapat jahitan di kakinya dan tangannya pun penuh dengan luka, awalnya Bunda Rafa sangat marah dan tidak mengizinkan Rafa untuk keluar rumah lagi tetapi saat tau kenyataan yang sebenarnya Bunda Rafa merasa sangat bangga karena Rafa mempunyai jiwa penolong, Ayah dari gadis itupun mengucapkan terimakasih pada Rafa dan Bundanya sementara anak kecil yang diselamatkan Rafa terlihat bersembunyi di balik tubuh Ayahnya karena ketakutan, Rafa tersenyum kecil melihat raut wajah anak kecil itu yang ketakutan.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang