Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepanjang perjalanan tidak banyak pembicaraan diantara mereka, Tara memilih untuk tidur sambil mendengarkan lagu kesukaannya, Fadlypun dari awal sudah mengambil posisi berbaring agar lebih mudah masuk ke alam mimpi sedangkan Sekar masih berusaha mencairkan suasana dan harus menahan kesabarannya karena Dion lebih memilih untuk berdiam diri.
Menjelang siang hari terik panas matahari yang mereka harapkan tak kunjung datang, cuaca masih mendung meski hujan tak sebesar saat masih berada di kota Bandung, perjalanan sudah menempuh setengah perjalanan lalu Rafa memutuskan untuk beristirahat dan makan siang di daerah Ciawi.
"Tar, lo mau makan siang apa?" Rafa bertanya pada Tara karena kebingungan untuk menentukan tempat istirahat mereka.
"Gue sih bebas asal ngenyangin aja biar nanti ga banyak berhenti lagi," jawab Tara tidak memberikan solusi.
"Kalian ada saran mau makan siang dimana?" tanya Rafa meminta pendapat yang lain.
Tidak ada satupun diantara mereka yang menjawab pertanyaan Rafa yang artinya Rafa sendiri yang harus menentukan tempat pemberhentian mereka lalu Rafa kembali berkonsentrasi mengendarai mobilnya sambil mencari tempat yang nyaman untuk mereka beristirahat.
Hujan deras kembali menemani perjalanan mereka hari ini, jalanan terasa licin juga banyak pengemudi yang mengemudikan kendaraannya di atas kecepatan rata-rata, ketika mobil Rafa melewati sebuah belokan yang curam lalu tiba-tiba dari arah depan terdengar suara rem kendaraan yang diinjak dengan sangat keras menimbulkan suara berdecit yang memekakan telinga dan disusul dengan suara dentuman yang keras.
Rafa menginjak rem dengan sekuat tenaga hingga akhirnya mobil Rafa bisa berhenti meski dengan jarak yang tipis dengan mobil yang berada di depannya lalu tidak lama kemudian terdengar suara keributan di luar dan terlihat banyak orang yang berjalan ke arah depan hingga membuat Rafa dan Tara penasaran lalu memutuskan untuk turun dari dalam mobil untuk memastikan kejadian yang sebenarnya terjadi.
"Pak, ada kejadian apa?" tanya Tara pada seorang warga yang berteriak pada warga yang lainnya untuk meminta pertolongan.
"Ada kecelakaan Neng di depan, mobil pengangkut pasir remnya blong terus nabrak mobil travel sampai mobil travelnya kebalik, sekarang teh para korbannya masih ada di dalam mobil jadi maaf ya Bapak tinggal dulu soalnya mau kedepan lagi buat cari bantuan," jawab Bapak tersebut dengan tergesa-gesa.
"Tar gue kedepan dulu ya mau bantuin jadi lo duluan aja balik ke mobil! perintah Rafa sambil berlari menyusul Bapak tersebut yang sudah lebih dulu berlari ke arah depan.
"Raf tunggu, gue mau ikut ngebantuin!" teriak Tara sambil berlari menyusul Rafa.
Situasi saat ini di tempat kejadian kecelakaan benar-benar mengenaskan, banyak teriakan meminta tolong juga tangis anak kecil yang terdengar begitu memekakan telinga dari dalam mobil travel yang saat ini posisinya masih terbalik lalu terlihat banyak warga berdatangan sambil membawa berbagai alat untuk menyelamatkan penumpang yang masih selamat sedangkan disisi lain terlihat para warga berusaha mengeluarkan jenazah supir truk yang masih berada di kursi depan dengan posisi terhimpit dan wajahnya yang mengeluarkan darah segar karena terkena pecahan kaca mobil.