43 | Sesal di hati Dion

706 81 5
                                        

Seorang wanita dari kejauhan memperhatikan apa yang terjadi pada Tara dan Arya, entah kenapa mimik wajahnya terlihat puas lalu wanita tersebut melihat secarik kertas yang ada di genggaman tangannya dan berjalan menuju mobil berwarna abunya yang te...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang wanita dari kejauhan memperhatikan apa yang terjadi pada Tara dan Arya, entah kenapa mimik wajahnya terlihat puas lalu wanita tersebut melihat secarik kertas yang ada di genggaman tangannya dan berjalan menuju mobil berwarna abunya yang terparkir di depan area kampus untuk menuju tempat tujuannya yang sudah dia tulis di secarik kertas yang di genggamnya sedari tadi.

"Jalan Pajajaran," gumamnya dalam hati sambil menjalankan mobilnya meninggalkan area kampus dengan sejuta pikiran yang sudah merasukinya.

Saat itu Tara ingin sekali segera sampai ke Jatos tanpa hambatan kemacetan atau apapun yang membuat waktu terasa lebih lama lagi berbeda dengan dulu saat semua rasa sayang Tara masih milik Arya, waktu selalu terasa begitu singkat bahkan semua topik pembicaraan mereka terasa begitu hangat dan tatapan teduh Arya selalu menjadi candu tersendiri untuk Tara tapi semua itu adalah masa lalu untuk Tara, saat ini Arya sudah menjadi orang lain untuk Tara, orang yang sudah tidak punya tempat sedikitpun di hati Tara.

Setiap kejadian memang mempunyai hikmah tersendiri dan kadang selalu ada saja jalan untuk kebaikan, meski awalnya terasa pahit. Shila mempertemukan Arya dan Tara kembali adalah salah satu cara Tuhan untuk membebaskan rasa benci di hati Tara, rasa egois dari susahnya memaafkan dan menarik segala sumpah serapah yang pernah di ucapkan meski keadaan tidak akan pernah sama seperti dulu tapi kini Tara merasa lega karena sudah bisa memaafkan Arya dan bisa menerima bahwa rasa sakit yang diciptakan Arya adalah masa lalunya.

"Gue turun disini aja!" pinta Tara pada Arya tanpa ingin dibantah.

Saat itu Arya masih sangat berat untuk mengikuti permintan Tara karena waktu kebersamaan mereka terasa begitu singkat tapi Arya sudah berjanji untuk mengantar Tara hanya sampai tempat tujuannya lalu Arya menghentikan laju motornya tepat di depan Jatos dan menunggu Tara untuk turun dari atas motornya sambil berharap Tara bisa mengucapkan sepatah atau dua patah kata untuk membuat hatinya menjadi lebih bahagia dari sekarang.

"Gue mau langsung masuk ke dalem, thanks udah nganterin gue sampai sini dan gue harap lo bisa tepatin janji lo," ujar Tara kembali mengingatkan Arya akan janjinya.

Arya mengangguk sekaligus menelan kecewa karena Tara yang sekarang sudah berbeda dan tidak akan bisa lagi membuka hati untuk dirinya.

"Seharusnya gue yang bilang makasih karena lo udah mau nerima ajakan gue tapi sebelum lo pergi boleh gue ngomong satu hal?" pinta Arya dengan memelas.

"Ada apa lagi?" tanya Tara mulai habis kesabaran.

"Gue masih sayang sama lo Tara Fransisca," bisik Arya di telinga Tara lalu melambaikan tangannya dan pamit meninggalkan Tara yang masih berdiri mematung.

Tara tidak habis pikir dengan semua kejadian yang terjadi akhir-akhir ini begitupula dengan Arya yang tiba-tiba datang lagi dikehidupannya, apa yang dikatakan Arya tadi sama sekali tidak mengubah perasaan Tara dan Tarapun tetap pada prinsipnya untuk mengubur semua hal yang berhubungan dengan Arya.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang