15 | Arwah penasaran Aki bungkuk

862 104 3
                                        

Waktu istirahat seakan tak cukup bagi mereka, kantuk masih mendera, mereka harus melanjutkan aktifitas harian mereka di kampus tetapi tidak termasuk Shila yang masih berjuang melawan panas badannya yang semakin tinggi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu istirahat seakan tak cukup bagi mereka, kantuk masih mendera, mereka harus melanjutkan aktifitas harian mereka di kampus tetapi tidak termasuk Shila yang masih berjuang melawan panas badannya yang semakin tinggi.

Hari ini adalah hari rapat untuk pelantikan perekrutan mahasiswa baru yang mempunyai hobi yang sama seperti mereka, mengumpulkan artikel yang bagus dan membagikan infomasi bagi orang lain untuk dicetak dalam majalah kampus.

Rafa, Dion, Fadly dan Tara sudah berada diruang pers, mereka menunggu rekan-rekannya yang lain untuk memulai diskusi, diskusi ini diikuti oleh orang-orang aktif dikampus seperti perwakilan dari Bem, Mapala dan tim medis kampus sehingga diskusi mereka sangat luas dan informasi yang didapatkan sangat membantu organisasi mereka.

"Bismilahirohmanirohim, alhamdulilah kita semua bisa berkumpul dalam diskusi kali ini, terimakasih saya kepada perwakilan dari Bem yaitu Kang Panji, Teh Nisa dari tim medis dan Kang Ichsan dari Mapala, terimakasih sudah meluangkan waktunya dan membantu acara kami, sebelumnya saya akan menceritakan sedikit konsep kami dalam pelantikan kali ini, insha allah acara dan malam keakraban kali ini rencananya akan kami selenggarakan di sebuah situ di daerah Bandung Barat tepatnya berada diantara kaki gunung tangkuban perahu dan gunung burangrang, situ ini masih sangat alami, dari keamanan terjamin, tempatnya asri dan saya rasa jika dipakai untuk camping dan penjelasan tentang organisasi bisa menjalin keakraban antar anggota baru," ujar Fadly memulai pembukaan diskusi.

"Usul yang bagus dari Kang Fadly, kebetulan kami pernah menyelenggarakan acara Mapala disana, sehingga saya rasa untuk masalah perizinan dan pemasangan tenda bisa kami bantu, tempatnya memang sangat adem Kang tapi Akang-akang semua harus hati-hati juga karena masih jarang warga sekitar yang melewat," jawab Ichsan dari perwakilan Mapala.

"Baik kalau begitu untuk izin tempat disana akan dibantu oleh Kang Ichsan sedangkan izin kampus akan kami bantu untuk mendiskusikannya dengan bagian kampus, untuk transportasi, konsumsi bagaimana Kang Fadly?" tanya Panji perwakilan dari Bem.

"Untuk konsumsi rencananya kami akan membawa bahan mentah seperti beras, jagung, daging, makanan kaleng dan mie instan yang akan diolah langsung disana, alasan saya membuat tenda khusus dapur atau yang biasa disebut dapur darurat karena setau saya disana sangat jauh dengan rumah warga, jadi tidak akan ada warung atau warga yang bisa dimintai tolong untuk memasak, bukan begitu Kang Ichsan?" tanya Fadly pada Ichsan.

"Iya betul terakhir saya kesana, saya memang mendirikan dapur darurat, saya hanya berbelanja bahan mentah yang gampang diolah, yang penting mengenyangkan dan stocknya mencukupi untuk semua, harus ada perhitungan yang rinci agar tidak kekurangan karena memang benar sangat jauh dari rumah warga jika ada barang atau bahan makanan yang lupa dibawa, " jawab Ichsan menjelaskan berdasarkan pengalamannya.

Saran Ichan disetujui oleh semuanya, Fadly kembali bertanya, selanjutnya pada Nisa yang merupakan perwakilan dari tim medis kampus.

"Oh iya untuk bagian kesehatan dan berjaga-jaga apabila ada yang kurang enak badan selama kegiatan berlangsung, kita mau minta tolong ke Kak Nisa untuk melibatkan beberapa orang dari tim medis yang pastinya sudah berpengalaman dibidangnya," Tara menyumbang pendapat.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang