22 | Arwah bunuh diri di jalan babakan siliwangi

663 94 4
                                        

Kendaraan yang mereka tumpangi melaju kencang memecah kesunyian di malam hari, jalan ciumbuleuit terlihat sangat sepi seperti tak berpenghuni, Tara yang duduk di kursi tengah mulai mengantuk, matanya terasa berat lalu tak lama mata Tarapun terpeja...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kendaraan yang mereka tumpangi melaju kencang memecah kesunyian di malam hari, jalan ciumbuleuit terlihat sangat sepi seperti tak berpenghuni, Tara yang duduk di kursi tengah mulai mengantuk, matanya terasa berat lalu tak lama mata Tarapun terpejam dan langsung membawa Tara ke alam mimpi.

"Braaakkk" terdengar suara batang pohon besar jatuh dengan keras.

Rupanya suara tersebut berasal dari batang pohon besar yang jatuh menimpa kaca mobil yang ditumpangi Dion dan Tara di daerah Babakan Siliwangi, kaca mobil bagian depan pecah dan kap mobil penyok beruntung tidak ada yang terluka, Tara langsung keluar dari mobil begitu juga dengan Dion, beberapa orang terlihat mendekati Tara dan Dion untuk menanyakan kronologi yang terjadi, sopir mobil tampak sedang menjelaskan musibah tersebut pada mobil patroli polisi yang kebetulan sedang melewati jalan Siliwangi, setelah selesai memberikan keterangan pada polisi, sopir mobil yang bernama Pak Muchlis itu langsung mendekati Tara dan Dion untuk meminta maaf sekaligus menanyakan kabar mereka. Pak Muchlis juga meminta Dion untuk kembali memesan mobil lain sedangkan Pak Muchlis akan menunggu mobil derek datang, sebelum pamit untuk pulang duluan Dion bertukar nomor Hp dengan Pak Muchlis agar kedepannya Dion bisa membantu Pak Muchlis untuk menjadi saksi agar mempermudah penggantian dari asuransi.

Tara duduk di kursi yang berada di trotoar jalan, rasanya hari ini benar-benar melelahkan, banyak energi Tara terkuras, pikiran Tarapun sangat kacau sehingga tanpa sadar Tara melamun dan melihat ke sebrang jalan lalu tak lama Tarapun langsung berdiri begitu memperhatikan orang yang ada di sebrang jalan, badannya bergetar hebat, jantungnya berdegup kencang seolah tidak percaya dengan apa yang diliatnya, Tara melihat sosok yang tadi sedang di dorong dalam brankar tengah berdiri di sebrang jalan dengan keadaan yang sangat memilukan sambil melambaikan tangan ke arah Tara seolah mengajak Tara untuk menghampirinya, entah kenapa seperti ada magnet di tubuh Tara lebih tepatnya seperti ada yang menarik, Tara berusaha melakukan perlawanan terhadap tubuhnya hingga mengeluarkan semua tenaga yang ada, diliatnya mobil berlalu lalang dengan kencang, mulut Tara tidak bisa berteriak, pikiran negatif segera menghuni otaknya lalu dalam sekejap Tara sudah berada di tengah jalan, orang itu seperti tertawa menyeringai, Tara berteriak sekencang-kencangnya lalu dari arah depan terlihat sinar lampu mobil yang semakin mendekat dan terdengar bunyi klakson mobil yang sangat keras, Tara menutup matanya tak ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Tolong!" teriak Tara histeris.

Dion yang mendengar suara jeritan segera menghampiri Tara yang sedang duduk dengan posisi kepala yang di benamkan diantara lipatan tangan.

"Lo kenapa? Bisa-bisanya ketiduran ditempat kaya gini?" tanya Dion dengan heran.

Tara yang masih belum sepenuhnya sadar, tidak bisa membedakan mana yang nyata dan tidak, Tara berdiri dan mencubit tangannya sendiri lalu menghampiri Dion dan mencubit tangan Dion untuk memastikan bahwa kali ini bukanlah mimpi.

"Apaan sih lo? Sakit!" tegur Dion yang kaget karena tiba-tiba Tara mencubit tangannya dengan sekuat tenaga.

Saat Tara baru saja akan menceritakan apa yang dialaminya pada Dion, terdengar suara klakson mobil dari arah belakang lalu sopir tersebut membuka kaca jendela, "Dengan Mas Dion ya? Mari masuk Mas!" ujar Sopir mobil tersebut meminta Tara dan Dion untuk segera masuk ke dalam mobil.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang