31 | Arya dan Sekar

712 87 4
                                        

Di Rumah Rafa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di Rumah Rafa.

Di dalam hidup ketika kita berhasil melewati satu rintangan, kita tidak bisa langsung puas dan menganggap diri kita sebagai juara karena nyatanya setelah berhasil melewati satu rintangan, banyak rintangan lain dengan tingkat kesulitan yang lebih rumit menunggu untuk diperjuangkan. Itulah perjalanan sebuah kehidupan, selalu ada ada cobaan disetiap waktu, cobaan membuat manusia menjadi lebih kuat dan mendekatkan diri pada sang penguasa alam semesta.

Berbeda dengan Fadly yang dilanda mimpi buruk tadi malam, lamunan Rafa malam di tersebut langsung membawanya ke alam mimpi, di mimpinya Rafa melihat Shila begitu cantik bermain pasir di pinggir pantai sambil tertawa lepas tanpa beban dengan cincin di jari manisnya sebagai bukti cinta dari Rafa lalu Rafa mengajak Shila menunggu senja di sebuah ayunan di pinggir pantai, mimpinya sangat manis mencerminkan orang yang sedang kasmaran lalu Rafa mengambil kamera membidik wajah Shila yang tanpa beban, Rafa tersenyum sendiri kegirangan dan tiba-tiba pandangannya berubah ketika wajah Shila berganti dengan wajah Bundanya yang berteriak melemparkan bantal tepat di muka Rafa.

"Kamu tuh ya, makannya jangan pulang kemaleman, udah siang gini baru bangun! Rezeki kamu habis di patok ayam!" tegur Bunda Rafa dengan kesal karena sudah mencoba membangunkan beberapa kali tapi tidak ada respon baik dari Rafa.

Rafa lalu duduk sambil beberapa kali mengedipkan matanya karena masih terbayang mimpinya yang indah, mimpi tersebut membuat Rafa terus menerus tersenyum sementara Bunda Rafa menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah aneh Rafa hari ini.

"Rafa, cepetan bangun! Diluar ada anak laki-laki yang nyariin kamu, kasian udah nunggu dari tadi, kamu sih kebangetan kalau tidur suka susah kalau di bangunin!" ujar Bunda Rafa masih menggerutu dengan kesal.

"Anak laki-laki siapa Bunda? Shila?" tanya Rafa dengan heran.

"Bunda juga engga tau, mungkin adiknya temen kamu, ayo cepetan datengin ke depan jangan tega gitu sama anak kecil!" perintah Bunda Rafa sambil berjalan keluar dari kamar.

Rafa yang merasa penasaran dengan anak laki-laki yang di maksud Bundanya langsung menuju teras depan tapi ternyata tidak ada siapa-siapa hanya ada Caca yang sedang duduk di teras sambil bermain boneka.

"Caca lagi ngapain duduk sendirian?" tanya Rafa sambil duduk disebelah Caca.

"Ka Lafa, ini ada kotak hadiah dari Kakak laki-laki bule yang tadi datang," ujar Caca sambil memberikan kotak tersebut pada Rafa.

"Caca masuk dulu ya ke dalam rumah dan jangan dulu keluar sebelum Ka Rafa panggil!" perintah Rafa meminta Caca untuk segera masuk ke dalam rumah karena merasa ada yang ganjil.

Rafa memegang sebuah kotak antik persis seperti kotak yang ada di kamar Ervan hanya saja ukurannya berbeda, kotak yang dipegang Rafa lebih kecil dan lapuk seperti dimakan usia, Rafa lalu meniup debu yang ada di atas kotak tersebut dan pelan-pelan membukanya, Rafa mengernyitkan keningnya karena merasa heran ketika melihat isi kotak tersebut yang hanya berisi satu batang korek api, bunga sedap malam yang sudah layu dan patahan dari sebuah cermin.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang