65 | Arti dari keindahan bunga dandelion

532 68 12
                                        

** Dari sudut pandang Dion

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

** Dari sudut pandang Dion. **

Dion membuka pintu tenda secara perlahan agar tidak membangunkan Fadly dan Rafa yang masih tertidur pulas, terlihat seorang wanita tengah berjalan sendirian di dalam kegelapan malam dengan hoodie yang menutup kepalanya.

"Tara?" gumam Dion di dalam hatinya tapi masih meragu.

Dion terlihat tidak yakin akan sosok wanita yang dilihatnya karena sepengetahuan Dion, Tara takut akan kegelapan dan tidak mungkin pergi sendirian di tempat seperti ini bahkan Dion sempat berpikir bahwa sosok yang dilihatnya merupakan tipu muslihat dari makhluk tak kasat mata.

Akhirnya dengan banyak pertimbangan dan tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Dion memutuskan untuk menyusul sosok wanita tersebut tanpa membangunkan teman-teman yang lainnya, awalnya Dion sempat tertinggal jauh dan sosok tersebut menghilang dari pandangan Dion karena kabut yang kian menebal tetapi alam seolah mendukung langkah Dion di malam tersebut hingga kembali menemukan wanita yang tengah diikutinya lalu dengan sangat hati-hati Dion memperdekat jarak diantara mereka. Setelah beberapa saat terlihat Dion bersembunyi dibalik pohon ketika wanita tersebut membalikan badannya membuat Dion semakin yakin bawa sosok yang diikutinya adalah Tara.

Perilaku Tara yang tidak biasa membuat Dion semakin penasaran hingga langkah kaki Tara terhenti di sebuah dermaga kecil yang ditumbuhi banyak ilalang dan bunga dandelion. Suasana saat itu terasa sunyi, mataharipun belum menanjak ke atas cakrawala hanya suara hewan yang bersautan seolah menjadi teman mereka dalam kegelapan. Saat itu Dion masih belum mengetahui maksud dan tujuan Tara tetapi Dion memilih untuk memperhatikan Tara dari kejauhan dan memberi Tara kesembatan untuk menyendiri.

Tara terlihat duduk di atas dermaga, pandangannya kosong menatap ke arah rawa membuat Dion kembali bertanya-tanya tetapi keadaan tersebut tidak berlangsung lama karena Dion mengkhawatirkan keselamatan Tara karena samar-samar mendengar suara wanita yang tertawa hingga akhirnya Dion memberanikan diri untuk menyusul Tara.

** Dari sudut pandang Tara.**

Malam sudah memasuki bagian akhirnya di sambut dengan fajar yang sudah siap menggantikannya, Tara masih belum bisa memejamkan matanya meski sudah mencoba berbagai cara, perasaan Tara seolah terusik dengan berbagai penyesalan yang ada, air mata yang biasa mengalir untuk mengungkapkan semua perasaan yang dirasakan oleh Tara seolah sirna hanya menyisakan sesak di dada, sebuah rasa sakit yang tidak biasa bahkan rasanya lebih sakit dari kekecewaan yang pernah diberikan oleh Arya.

Rasa tidak adil begitu menyiksa di dalam hati Tara, tidak pernah terlintas sedikitpun di benak Tara bahwa rahasia yang disimpannya terungkap di waktu dan tempat yang tidak semestinya. Andai saja Tara jujur sejak awal tentang orang yang mendonorkan darah untuk Dion mungkin reaksi Dion tidak sekecewa saat ini, Tara sangat memahami bahawa kesalahan dirinya sangatlah fatal tetapi Tarapun tidak menampik bahwa saat ini ada perasaan kecewa di hati Tara karena Dion hanya melihat di satu sisi tanpa mempedulikan bahwa Tara dan teman-temannya yang lain menyetujui usul Arya karena tidak mempunyai pilihan lain dan semuanya berpacu dengan waktu demi menyelamatkan nyawa Dion.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang