45 | Ritual pemanggilan

505 76 13
                                        

Suasana di rumah Tara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana di rumah Tara.

Kehadiran Rafa di rumah Tara membuat Tara sedikit melupakan rasa sakit hatinya ditambah dengan datangnya masalah baru yang membuat pikiran Tara semakin bercabang karena sahabat terbaiknya lagi-lagi menghilang tanpa jejak.

Keberadaan Shila saat ini masih menjadi teka-teki tetapi Rafa dan Tara memutuskan untuk datang kembali ke rumah Shila dan berharap mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Shila saat ini. Tara dan Rafapun berpamitan pada Bi Eti dan segera melanjutkan perjalanan menuju rumah Shila.

"Lo sebenarnya kemarin kenapa sih? Tumben-tumbenan jadi cewek yang cengeng kaya bukan Tara yang gue kenal!" tanya Rafa memulai percakapan diantara mereka.

"Gue lagi ga mau bahas apapun tentang gue jadi sekarang kita fokus aja buat nemuin Shila karena gue sekarang udah baik-baik aja," jawab Tara menjelaskan keadaannya saat ini pada Rafa.

"Syukur kalau gitu, awas aja nanti kalau lo udah pulang ke rumah terus gue dapet kabar lagi dari Bi Eti kalau lo ngurung diri lagi di kamar, gue bakal dobrak pintunya atau telepon pemadam kebakaran!" ancam Rafa disambut tawa oleh Tara.

"Lo makin sini makin cerewet juga ya? Pantesan Shila kabur soalnya lo galak sih!" kali ini giliran Tara yang menggoda Rafa.

"Gue tuh bukan galak tapi peduli sama perempuan, jarang banget di dunia ini ada cowo ganteng tapi bisa baik kaya gue gini, langka namanya!" bantah Rafa sambil beberapa kali menepuk dadanya untuk membanggakan diri.

Selama diperjalanan Rafa seringkali menghibur Tara yang meski sepengakuannya sudah baik-baik saja tapi di mata Rafa yang sudah lama mengenal Tara, Rafa bisa melihat bahwa Tara menyembunyikan kesedihannya dan Rafa juga tidak bisa memaksa Tara untuk menceritakan sesuatu yang Tara sendiri masih belum mau menceritakannya.

"Lo turun duluan aja soalnya gue mau markirin mobil dulu aga jauhan di depan biar lebih aman," pinta Rafa sesampainya mereka di depan rumah Shila lalu Tarapun mengangguk dan turun dari dalam mobil.

Dari kejauhan tampak pintu rumah Shila setengah terbuka, kondisi tersebut membuat Tara penasaran sekaligus berharap bahwa Shila sudah pulang ke rumahnya dalam keadaan selamat dan aman lalu Tara berjalan perlahan dan mengintip dari balik pintu tetapi bukan sosok Shila yang Tara temui tetapi sebuah rumah dengan keadaan yang sangat berantakan karena banyak benda-benda berjatuhan dan tak sedikit pajangan-pajangan yang pecah belah juga ada tetesan darah segar di sepanjang lantai. Tara yang melihat keadaan tidak wajar di rumahnya Shila memilih untuk tidak mengambil resiko dengan masuk sendirian ke dalam rumah Shila lalu secara perlahan Tara membalikan badan dan segera berjalan cepat ke arah Rafa yang sedang berjalan ke arahnya.

"Lo kenapa Tar kaya baru liat setan di siang bolong?" tanya Rafa dengan asal.

"Jangan berisik Raf, kita harus cepet masuk ke rumah Shila!" jawab Tara sambil menarik tangan Rafa secepat mungkin.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang