68 | Dendam yang membelenggu

535 55 14
                                        

Rasa sesak yang menghimpit mencoba membangunkan Tara dari tidurnya karena mimpi dan nyata sulit untuk diterka, secara perlahan Tara mencoba membuka matanya yang terasa berat dan tubuhnya yang terasa ngilu untuk digerakkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rasa sesak yang menghimpit mencoba membangunkan Tara dari tidurnya karena mimpi dan nyata sulit untuk diterka, secara perlahan Tara mencoba membuka matanya yang terasa berat dan tubuhnya yang terasa ngilu untuk digerakkan.

"Sekar lo mau ngapain?" tanya Tara terbelalak melihat Sekar mendindih tubuhnya.

Sekar tidak menjawab sepatah katapun hanya tertawa menyeringai, bola matanya yang hitam kini berubah menjadi putih seutuhnya, mulutnya menganga meneteskan cairan amis yang tak biasa, kekuatan Sekar terasa tak terhingga melampaui kekuatan Tara yang merupakan ahli bela diri.

Tara meronta menguras habis semua tenaga yang dimilikinya tetapi Sekar tidak bisa dikendalikan dan secepat kilat tangan Sekar berpindah ke leher Tara, mencekik Tara dengan amarah yang tertahankan, Tara tak lantas diam dan terus berusaha melawan juga berteriak meski suaranya tertahan dengan cekikan Sekar yang menyakitkan, nafas Tara mulai tersengal-sengal tetapi Tara tetap bertahan dan terus menggerakan seluruh tubuhnya hingga tendangannya mengenai kaki Dion yang masih tertidur di sampingnya.

Dion terhentak ketika melihat Sekar berada di atas tubuh Tara dan mencekik Tara dengan sekuat tenaganya, sontak Dion bangkit dari tidurnya dan berteriak membangunkan Fadly dan Rafa yang masih terhipnotis di alam mimpi. Dion terus berteriak memanggil Fadly dan Rafa hingga akhirnya mereka terbangun dan tak kalah terkejut tatkala melihat kejadian yang tidak pernah terlintas di benak mereka sebelumnya. Rafa dan Fadly mencoba menarik tubuh Sekar dari belakang tetapi Sekar tidak bergeming justru mencekik Tara semakin keras hingga wajah Tara mulai terlihat pucat karena kehabisan nafas dan menahan sakit yang dirasakannya.

Dion terus mencoba menarik tangan Sekar hingga terpelanting beberapa kali dan memohon pada makhluk astral yang berada di tubuh Sekar untuk berhenti menyakiti Tara.

"Gue mohon berhenti dan sadar Sekar, jangan sakitin Tara karena Tara ga bersalah! Ambil alih kendali diri lo lagi, gue tau lo kuat dan pasti bisa ngelawan makhluk ini!" teriak Dion yang panik dan terus berusaha menyadarkan Sekar.

Rafa mengambil sisa air terakhir yang diberikan Neneknya dan menyiramkannya di atas kepala Sekar tetapi naas hasilnya nihil

"Sekar dengerin gue, gue percaya kalau lo cewe yang baik dan peduli sama keselamatan orang lain, menyakiti Tara engga akan merubah keadaan apapun," ujar Dion terus memohon pada Sekar hingga tak kuasa menahan air matanya.

"Sadar Sekar jangan menyerah, kedudukan kamu sebagai manusia lebih tinggi dari mereka!" teriak Fadly yang masih berusaha menarik Sekar dari belakang, tiba-tiba Rafa teringat dengan sebuah benda titipan Neneknya yang berada di dalam tasnya.

Rafa mengambil benda tersebut dan mengalungkannya dileher Sekar membuat Sekar berteriak kesakitan sambil mencoba melepaskan kalungan daun bidara di lehernya, wajah Sekar memerah penuh amarah, lengkingan suaranya menyakitkan telinga hingga Sekar berlari secepat kilat keluar tenda, berguling-guling di tanah hingga tak sadarkan diri.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang