Rasa penasaran kadang menjerumuskan kita pada suatu hal yang tidak terduga, begitu juga dengan apa yang dialami oleh Ashila, Dion, Fadly, Rafa dan juga Tara, mereka tidak sengaja masuk ke dalam sebuah desa yang sudah lama ditinggal oleh penghuninya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bintang bertaburan di langit malam bersama bulan yang sendirian menemani petualangan mereka, perjalanan pulang malam ini dipenuhi banyak emosi terpedam yang membuat mereka lebih banyak diam, saat hening menjelma Hp Shila terasa bergetar dari dalam sakunya, Shila mengambil Hpnya dan nama Tante Nada tertera dilayar Hpnya, Shila lalu mengangkat telepon dari tante Nada.
"Tante Nada? Ada apa?" tanya Shila heran pasalnya tante Nada jarang sekali menelepon Shila karena tinggal di beda kota dan sibuk dengan pekerjaannya, komunikasi antara merekapun biasanya hanya melalui media sosial atau whatsapp.
"Oma kamu shila, oma jatuh di kamar mandi, Oma sekarang ada di Icu rumah sakit tempat biasa Oma berobat, kamu cepet nyusul ke sini sekarang!" jawab Tante Nada dengan nada sedih dan meminta Shila untuk segera datang ke rumah sakit.
"Iya Tante Shila berangkat kesana sekarang, tolong Tante jaga Oma kalau ada apa-apa langsung hubungin Shila ya, Shila usahain cepet nyampe!" ujar Shila panik.
Air mata Shila menetes deras, Shila menangis histeris mendengar kabar dari Tante Nada yang menemukan Omanya terjatuh dikamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sekarang tengah berada di ruang Icu salah satu rumah sakit dengan bantuan alat pernafasan.
"Oma gue masuk rumah sakit ada di Icu, sory banget gue harus langsung ke rumah sakit sekarang," Shila bercerita dengan air matanya yang tidak berhenti mengalir, semua tampak menenangkan Shila dan melupakan pertengkaran mereka.
Rafa mengendarai mobilnya dengan sangat cepat dan lihai, terlihat raut cemas di wajah Shila dengan mata yang berkaca-kaca, Rafa kali ini tidak membiarkan Ervan mengambil kesempatan untuk mendekati Shila, Rafa terus memberikan perhatian pada Shila yang duduk di sebelahnya dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja, hatinya ikut sakit melihat Shila yang sangat sedih karena selama mengenal Shila belum pernah Rafa melihat Shila sesedih ini, andai saja dibelakang tidak ada teman-temannya ingin rasanya Rafa memeluk erat Shila dan membelai rambutnya tapi pikiran itu segera Rafa enyahkan, saat ini Rafa harus fokus mengendarai mobilnya dengan cepat agar segera tiba di rumah sakit.
Tara yang duduk di paling belakang bersama Ervan, tiba-tiba kompak menengok ke arah belakang karena mereka mendengar suara tertawa tepat di belakang mobilnya, Ervan lalu meminta Tara untuk tidak menghiraukannya dan jangan lagi menengok ke belakang karena Ervan menyadari ada sosok makhuk tak kasat mata yang mengikuti mereka, sosok makhuk tinggi dengan badan besar berbulu dan sorot matanya berwarna merah tajam.
********************************
Kondisi jalan menuju rumah sakit seolah bisa di ajak bekerja sama, mereka tidak menemui hambatan apapun selama di perjalanan. Sesampainya di rumah sakit Rafa langsung meminta teman-temannya untuk turun duluan di lobby sedangkan Rafa menuju basement. Keadaan basement di rumah sakit tersebut sangat gelap dan sepi, setelah selesai memarkiran mobilnya tidak banyak membuang waktu Rafa langsung turun dari mobilnya tapi baru saja berjalan beberapa langkah Rafa melihat sesosok wanita berkebaya dengan rambut yang dikepang dua berada tepat di belakangnya seolah mengikuti Rafa lalu bernyanyi dengan bahasa Belanda, Rafa yang ketakutan langsung berlari secepat mungkin meninggalkan sosok tersebut.