5 | Setangkai bunga dengan kelopak yang jatuh

1K 117 7
                                        

Di balik tirai terlihat seorang laki-laki sedang memperhatikan Tara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Di balik tirai terlihat seorang laki-laki sedang memperhatikan Tara.

"Assalamualaikum," Tara membuka pintu dan langsung masuk ke dalam rumah. Tak ada yang menjawab pikirnya dalam hati, mungkin Bi Eti sudah tidur, Tarapun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

"Krek," baru saja Tara berjalan beberapa langkah, tiba tiba saja lampu menyala, Tara yang melihat seseorang dengan postur tubuh tinggi kurus sedang berada di hadapannya, kontan saja Tara terkejut.

"Kak Valen? Kapan pulang?" tanya Tara menghampiri dengan rasa senang yang menggebu.

Rupanya sosok yang mengintip di balik tirai itu adalah Valen, kakaknya Tara, sejak kecil Tara memang hanya tinggal bertiga di rumahnya, bersama kak Valen dan Bi Eti, sedangkan Ibu dan Ayah Tara memang sudah tidak ada, mereka meninggal dalam tragedi kecelakaan lalu lintas saat Tara masih berumur lima tahun.

Kejadian itulah yang menjadi pemacu agar Tara bisa hidup mandiri dan tidak mengandalkan orang lain. Tara tidak pernah merasa kesepian, meski harus ditinggal pulang-pergi oleh kakaknya yang mengelola perusahaan milik mendiang ayahnya di Yogyakarta jika Tara merasa kesepian, sosok Bi Eti lah yang selalu setia menemani dan membantu Tara setiap harinya. Bi Eti memang sudah bekerja di keluarga Tara sejak Tara masih kecil, sifatnya yang lembut dan keibuan bisa mengobati kerinduan Tara terhadap almarhumah ibunya.

"Adik kaka bandel ya, jam segini baru pulang," Valen menghampiri Tara dan mengusut-ngusut rambut Tara, memang kebiasaan itulah yang selalu Valen lakukan ketika dia bertemu atau berada di samping adiknya. Tara yang memang kurang suka diperlakukan seperti itu selalu protes dan merasa kesal jika kakanya sudah mengusut-ngusut rambutnya seperti itu.

"Kak Valen apaan sih, Tara kan baru pulang dari toko buku!" jawab Tara protes.

Valen tersenyum usil, "Tadi diluar siapa? Ko ga di suruh masuk dulu?" tanya Valen dengan penasaran.

"Oh itu Dion, temen di organisasi pers kampus, katanya dah malem. jadi dia mau langsung pulang," jawab Tara dengan santai tanpa sadar dengan kecurigaan kakanya itu.

"Yakin cuman temen? Ko kakak ga percaya ya?" Valen mulai menggoda Tara.

"Idih apaan sih kak? Nora deh! Udah ah, Tara mau istirahat dulu ya, kangen-kangenannya kita lanjut besok oke! Daah kak Valen!" ujar Tara bergegas pergi meninggalkan Vallen dan masuk ke dalam kamarnya, Vallen yang melihat tingkah cuek adiknya hanya tersenyum penuh rindu sambil menggelengkan kepalanya.

_________________________________________________________

Dijalanan yang sepi.

Motor sport putih yang di kendarai Dion, melaju kencang melewati daerah pasirkaliki dan berbelok kanan menuju arah Pajajaran. Berbeda dengan jalan dago yang begitu ramai, saat itu jalan pajajaran sudah mulai lenggang, hanya satu atau dua kendaraan yang melintas di jalan raya tersebut.

Lembur KuntilanakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang