54 | Kedatangan seorang pendaki

595 74 12
                                        

Suasana mulai terasa sepi kembali tanpa ada penduduk atau kendaraan yang terlihat di sekitar jalanan yang mereka lalui, Desa yang mereka tuju terletak di paling ujung Kota Sukabumi, sebuah desa yang sudah lama tidak di tempati karena aksesnya yang...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana mulai terasa sepi kembali tanpa ada penduduk atau kendaraan yang terlihat di sekitar jalanan yang mereka lalui, Desa yang mereka tuju terletak di paling ujung Kota Sukabumi, sebuah desa yang sudah lama tidak di tempati karena aksesnya yang sulit untuk menuju ke kota ditambah dengan jalan yang rusak dan tidak ada angkutan umum membuat warga Desa Rawa Kulon memilih untuk meninggalkan Desa tersebut.

Jarak yang semula diperkirakan sudah tidak jauh lagi dan bayangan mereka masih bisa menggunakan mobil untuk sampai ke Desa ternyata berbeda dengan kenyataannya karena jalanan yang ditempuh Rafa semakin sempit dan rusak parah yang artinya tidak memungkinan bisa dilewati dengan mobil dan merekapun tidak mempunyai pilihan lain selain jalan kaki.

Rafa keluar dari mobilnya untuk memeriksa keadaan jalan di depan sambil memperhatikan keadaan sekitar, setelah beberapa saat Rafa berada diluar mobil lalu Rafa memanggil teman-temannya untuk melihat keadaan yang ada dan memutuskan untuk berdiskusi serta membuat keputusan mengenai langkah yang harus di tempuh selanjutnya.

"Lo semua bisa liat sendiri kalau akses jalannya rusak total dan banyak pohon yang tumbang bikin gue ga yakin kalau jalannya harus lewat sini!" kata Rafa sambil menendang batu-batu kecil yang ada di depannya.

"Kalau saya yakin jalannya kesini tapi saya tidak memperkirakan kalau akses jalannya rusak total yang artinya waktu tempuh kita akan semakin lama!" jawab Fadly sambil melihat peta yang ada ditangannya.

"Emang ada pilihan lain? Ga ada kan? Jadi ga usah buang waktu percuma, kita jalan kaki aja sampai jalan ini menentukan ujungnya," jawab Tara sambil berjalan kembali ke mobil dan mengeluarkan barang-barangnya.

Perkataan Tara sesuai dengan fakta yang mereka alami saat ini karena diskusipun tidak akan membuahkan hasil lain sehingga mereka sepakat untuk memarkirkan mobil Rafa di tempat yang aman dan mengeluarkan semua keperluan logistik mereka lalu setelah selesai dengan segera mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Rawa Kulon.

Dibawah teriknya sinar matahari, mereka menelusuri jalan yang mereka yakini akan membawa mereka ke Desa Rawa Kulon, jalan bebatuan yang tajam kerap memperlambat langkah mereka ditambah dengan keadaan mereka yang tidak saling bicara membuat perjalanan semakin terasa berat hingga akhirnya setelah menuruni bukit dan mengikuti peta yang dibuat Fadly juga arah Kompas akhirnya mereka menemukan kerangka bekas bangunan yang sudah termakan usia dan beberapa diantaranya hanya tersisa puing-puing bangunan juga terdapat benda-benda yang berceceran di sekitarnya.

"Lo yakin ini tempatnya?" tanya Tara pada Fadly sambil melihat peta yang ada di tangan Fadly untuk memastikan.

"Menurut informasi yang saya kumpulkan sejak beberapa hari kemarin, kemungkinan daerah ini yang dinamakan Desa Rawa Kulon tetapi untuk memperkuat asumsi saya, lebih baik kita amati dulu daerah ini!" jawab Fadly sambil mengambil beberapa barang yang tercecer di area halaman rumah untuk diamati.

Sekar dan Rafa tampak berjalan mengelilingi area bangunan rumah tersebut tetapi Rafa merasakan keanehan ketika mencium bau yang menyengat dari balik pepohonan lalu Rafapun langsung memanggil teman-temannya karena bau tersebut semakin menyeruak dan menembus indera penciuman hingga membuat mereka semua merasa mual.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang