39 | Pesan dalam mimpi

662 82 4
                                        

Hilir mudik Suster yang keluar masuk ruangan selang beberapa jam sekali untuk memeriksa keadaan Dion dan Sabil membangunkan Tara dan Rafa pada subuh hari itu, waktu sudah menunjukan pukul lima pagi, Dion masih tidur dengan pulas karena efek obat y...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hilir mudik Suster yang keluar masuk ruangan selang beberapa jam sekali untuk memeriksa keadaan Dion dan Sabil membangunkan Tara dan Rafa pada subuh hari itu, waktu sudah menunjukan pukul lima pagi, Dion masih tidur dengan pulas karena efek obat yang diminumnya sedangkan Rafa sudah duduk sambil memakan keripik kentang yang dibeli Tara dengan muka kusut karena menahan kantuk setelah terjaga semalam suntuk.

Tara di pagi itu harus segera pergi ke kampus karena sudah mengatur jadwal pertemuan dengan Pak Haerul, Fadly yang bertugas untuk menjaga Dion sudah berangkat sepagi mungkin dan bertarung dengan dinginnya pagi yang terasa menusuk ke tulang.

"Gue kebawah duluan ya buat jemput Fadly," ujar Rafa langsung pergi meninggalkan Tara sendirian.

Tara membuka Hpnya yang dari tadi malam terus menerus memunculkan notifikasi baik panggilan tidak terjawab maupun whatsapp dari Arya, hari ini dengan berat hati Tara tidak bisa menolak pertemuannya dengan Arya meski hati kecilnya sudah tidak ingin lagi untuk bertatap muka ataupun berurusan lagi dengan Arya yang Tara yakin akan menjadi sumber masalah untuk Tara kedepannya.

Dion terbangun dari tidurnya dan orang yang pertama dilihatnya adalah Tara yang sedang duduk sambil menjaganya, ada perasaan yang berbeda di hati Dion ketika melihat Tara tersenyum manis ke arahnya membuat Dion teringat tentang satu hal yaitu belum sempat mengucapkan terimakasih atas bantuan Tara karena dari hari kemarin belum menemukan waktu yang tepat.

"Tara!" sapa Dion pelan memanggil nama Tara.

"Ada apa?" jawab Tara sambil menggeser kursinya lebih dekat dengan Dion.

"Thanks karena lo udah nyelametin nyawa gue kemarin," Dion mengucapkan sebuah kalimat yang sangat ingin dia ungkapkan sejak kemarin saat pertama kali melihat Tara berada disampingnya.

"Sama-sama," Tara menjawab ucapan terimakasih dari Dion dengan singkat tapi tidak bisa menutupi pipinya yang memerah.

"Sory kalau kemarin-kemarin gue sering bikin lo kesel," ucap Dion lagi kali ini meminta maaf pada Tara.

"Gue yang seharusnya bilang maaf karena udah sering ngerepotin lo," jawab Tara dengan tulus.

Saat itu pembicaraan mereka terhenti karena suara pintu yang tiba-tiba terbuka dari luar lalu tidak lama terdengar suara Fadly dan Rafa yang sudah berada di ruangan tempat Dion dirawat.

"Selamat pagi, saya yakin kalian semua belum sarapan jadi saya sengaja membuatkan kalian nasi goreng dengan telur ceplok setengah matang dan juga ini ada gorengan buat teman makannya," ujar Fadly sambil menata makanan yang dibawanya.

"Wah ini nih namanya orang yang pengertian sama temennya yang abis jaga malem," ujar Rafa cengengesan sambil mengambil satu bungkus nasi goreng yang dibawa Fadly.

Rafa dan Tara tak membuang waktu lama untuk menyantap masakan Fadly yang selalu enak sementara Dion dibantu Fadly mencoba sarapan yang disediakan oleh pihak rumah sakit.

Lembur KuntilanakCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang