Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 18 - Much Worse

264K 10.8K 4.8K
                                        

Author's Note:
Ada revisi sedikit, di Chapter 11, pria yang Mark bunuh itu kan bawahannya keluarga Morretti. Tapi aku ubah menjadi keluarga Castelli ya. (Sebenernya aku yang salah harusnya Castelli bukan Morretti. Baru sadar salah)

Penjelasan singkat.
Bagi yang lupa⬇️

1. Keluarga Castelli ini, keluarga mafia yang sama yang sempat mau menculik Sierra dulu. (Dijelasin di Flashback pertemuan pertama Lara & Mark) anggap saja mereka bermusuhan dengan keluarga Dolton.

2Keluarga Morretti ini, yang Mark pernah menolak datang ke meeting-nya (di Chapter 2) karena Boss-nya gabisa hadir dan digantikan putrinya. Keluarga Dolton bekerjasama dengan Morreti.

Itu aja!
Semoga mudah dipahami, ya🖤

♦️♦️♦️

MARK'S POV:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MARK'S POV:

Saat ini aku sedang di ruang meeting, Victor duduk di kananku, dan Pamanku duduk di kiriku.

Aku mengisap cigar sambil mendengarkan Antonio Morretti, bos Keluarga Morretti, yang menjelaskan rencana operasi kerjasama kami untuk penyelundupan dan distribusi narkoba

Semua ini.... Sangat membosankan. Aku menghela napas kasar.

Lara sedang apa, ya, sekarang? Batinku bertanya-tanya.

Akhirnya diam-diam, tangan mengambil ponselku dari kantung celana, lalu membuka ponsel itu di bawah meja untuk membuka live CCTV yang ada di rumah.

Aku mencari sosok Lara di penjuru CCTV kamera, sampai akhirnya aku menemukan Lara sedang duduk di teras taman belakang sambil mengobrol dengan Sierra.

Mereka berdua terlihat sudah akrab. Terlihat jelas dari postur tubuh mereka kalau sedang santai dan menikmati waktu mereka.

Aku sudah menduga mereka akan akrab. Tapi melihatnya langsung membuatku lega.

Tiba-tiba napasku tertahan ketika melihat Lara tersenyum pada Sierra, sesuatu yang Lara tidak pernah berikan padaku. Senyumannya sangat cantik, dia sangat cantik. Tapi bahkan kamera CCTV ini tidak bisa menangkap semua kecantikkannya.

Aku penasaran mereka sedang membicarakan apa. Aku tidak bisa mendengarkan percakapan mereka karena saat ini masih meeting.

Aku kembali mengisap cigar-ku, sambil mengawasi Lara. 

Entah kenapa, mengawasi Lara dari CCTV tidak pernah terasa membosankan sedikit pun. Aku suka mengawasinya dari jauh seperti ini ketika aku tidak di sebelahnya.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang