Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 78 - Hell

141K 9.3K 4.9K
                                        

TOTAL KATA: 3.600 Kata

***

Hi, guys! Akhirnya aku bisa kembali update Becoming Mafia's Pet.

Jujur, banyak halangan yang membuat menulis cerita ini tertunda. Dan langsung ke intinya saja, tahun lalu, salah satu keluargaku menghadapi masalah kesehatan serius, jadi aku perlu berhenti menulis sementara pada saat itu.

Awalnya ingin hiatus sebentar saja, tapi tidak terasa beberapa minggu menjadi bulan, dari beberapa bulan tiba-tiba sudah 2026.

Bagi kalian yang sudah lama mengikuti karyaku, kalian pasti tahu—apa pun yang terjadi, aku selalu berkomitmen untuk menyelesaikan setiap cerita yang kutulis di sini ❤️ Aku sudah nulis di wattpad 10 tahun.

Aku mau berterima kasih pada pembaca yang sedang membaca pesan ini. Karena itu artinya, kalian masih nunggu kabar dariku.

Dan kabar baiknya, bagi yang masih ingin cerita ini dilanjutkan, aku akan menyelesaikan menulis cerita ini sampai selesai. Tapi aku tidak janji setiap hari seperti dulu, aku akan post kalau aku sudah selesai nulis chapternya. Aku akan kasih tahu di broadcast channel di instagramku kalau aku akan update hari itu (instagram: author.yessynutami)

Bagi yang lupa alurnya, bisa dibaca dulu beberapa chapter sebelum chapter 78 ini yaa❤️
Btw jangan lupa tinggalkan komen kalau kalian masih nunggu cerita ini diselesaikan ya 😘 biar aku tahu apa masih ada yang nunggu cerita ini atau engga, hehe.

Happy reading!
- YESSY NUTAMI -

***

MARK'S POV:

Ketegangan memenuhi udara. Aku dan Logan saling pandang dengan tajam, mencoba membaca siapa yang akan menarik pelatuk lebih dulu. Jari telunjukku sudah bersiaga di pelatuk pistol, sedangkan mataku tidak beralih sedikit pun dari Logan.

Jarak kami tidak lebih dari tiga meter. Bunker ini tidak terlalu besar, mungkin hanya sekitar lima kali tujuh meter. Masih terlalu kecil untuk kediaman mewah seperti ini.

Ini jelas bukanlah bunker utama, lebih seperti bunker darurat yang disiapkan seadanya. Di sini hanya berisi meja makan, beberapa lemari yang mungkin isinya makanan cadangan, dan pintu yang ku tebak adalah toilet.

Logan bersuara. "Aku tidak sabar melihat reaksi Lara ketika menemukanmu sudah mati nanti," dengan senyuman miring, dan matanya berdarah-darah.

Oh, well. Rasanya dia cocok juga untuk peran seorang psikopat di film thriller. Batinku.

Aku tetap berdiri, memperhatikannya dengan tenang, dan masih menodongkan pistolku.  Tiba-tiba, terdengar suara reruntuhan susulan di atas kami, membuat tanah di sekitar kami ikut bergetar.

Tapi kami tetap tenang dan saling menodong pistol, tidak memperdulikan tanah yang bergetar.

Melihat aku tidak menjawab ucapannya, Logan menambahkan. "Mungkin harusnya aku langsung bunuh bayi kalian tadi, dengan begitu mungkin aku bisa lebih memaafkanmu—"

Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, amarahku sudah memuncak. Aku langsung menarik pelatukku. Tepat saat itu juga, peluru tertembak tepat ke tangannya yang memegang pistol, membuat genggamannya pada pistol terlepas.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 22 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang