Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 16 - Punishment

479K 11.5K 4.7K
                                        

Hi! Sehari gak update, rasanya udah kangen banget sama Mark dan Lara ini.
Chapter ini panjang 3.400 kata!

Happy reading guys!

♦️♦️♦️

MARK'S POV:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MARK'S POV:

Lara berhenti. Dari sofa, aku bisa melihat kakinya bergetar-getar kecil karena vibrator di dalam vaginanya. Bahkan tatapannya sudah berubah, tatapan keras kepalanya sudah berubah menjadi lebih sayu dan terlihat mabuk, bibir pinknya terbuka dan mengeluarkan desahan yang tertahan-tahan.

Aku menahan eranganku dan kejantananku yang semakin tegang di balik celanaku melihat pemandangan indah ini. 

Aku ingin memakannya sekarang juga. Batinku dengan geram. 

Tapi aku menahan diriku dulu. Lara harus diberi hukuman dulu agar dia tahu kalau aku serius dengan semua hal yang aku ucapkan.

Tadi, saat mendapatkan kabar dari Victor kalau pamanku datang dan Lara mencoba kabur, aku langsung menghentikan meeting tanpa pikir panjang. Kebetulan meeting-nya di gedung seberang penthouse-ku.

Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya hanya karena seorang wanita.

Aku tidak tahu apa yang merasukiku sehingga melakukan semua ini. Rasanya seperti semua perasaan yang ku tahan selama dua tahun ini tiba-tiba terlepas dan sudah tidak terkontrol sejak Lara memberikan aku blowjob, dan puncaknya ketika dia memberikan foto telanjangnya. 

Aku seperti mendapatkan lampu hijau.

Aku menahan rokok di antara bibirku, lalu kedua tanganku membuka kancing kemejaku sampai semua kancingnya terbuka sambil menatap Lara yang belum juga bergerak. 

Setelah aku sudah topless, mulutku mengisap rokok sebelum mengambil rokok dari bibirku. 

"Bukannya tadi kau bilang tidak sulit?" tanyaku sambil tersenyum miring.

Lara menatapku kesal, tapi dia masih keras kepala. Akhirnya dia mencoba merangkak lagi. Aku merubah pola getaran yang berbeda dari remote yang ku pegang, dia tersentak kaget. Kakinya yang bergetar lebih terlihat sekarang.

Akhirnya Lara terhenti, kali ini wajahnya sudah di lantai, dan bokongnya terangkat begitu tinggi. Dan dia mendesah lebih kencang.

"Mmmhh," desah Lara, terdengar begitu manja seolah seperti ingin segera disetubuhi olehku. 

Tapi aku tetap di sofa, dengan mataku tidak terlepas dari Lara sedetik pun. Aku mengabaikan kejantananku yang sudah sekeras batu. 

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang