DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MARK'S POV:
Lara terlihat tidak bisa berkata-kata mendengar ucapanku. Tapi aku serius dengan setiap kata yang terucap dari mulutku.
Aku siap membawa Lara kabur jika keluarganya tidak merestui kami. Persetenan dengan itu. I want her. Tidak akan ku biarkan keluarganya menghalangiku.
Tiba-tiba Tobias menyela. "Kau? Kabur? Don't fucking kidding me. Siapa yang mengurus organisasi kita kalau kau kabur," ucap Tobias terdengar begitu kesal sekarang.
Mataku akhirnya melirik Tobias yang sudah berdiri dan menatapku. "Asal kau tidak ikut kabur, masih ada kau," jawabku santai.
Aku bisa melihat matanya berkedut kesal sebelum dia menghela napas kasar seolah lelah berdebat denganku. Setelah itu, aku menatap pelayan dan berkata.
"Bawa tamu-tamunya ke ruang tamu," perintahku. Pelayan itu mengangguk sebelum menunduk sedikit dan pergi dari ruang makan.
Aku pun berdiri dari kursi dan mengulurkan tanganku pada Lara yang masih belum bisa berkata-kata. Lara menerima uluranku dan ikut berdiri.
Lalu aku menarik Lara keluar dari ruang makan. Lara yang berjalan di sebelahku akhirnya bersuara.
"Mark, kau yakin mau bertemu mereka?" tanya Lara.
Alisku terangkat. "Kita akan menikah, jadi aku memang harus menemuinya," jawabku.
Lara menatapku kesal. "Aku belum menerima lamaranmu, for fuck's sake," bisiknya pelan, mencoba mengingatkanku.
"Tapi kau bilang kau mencintaiku, itu terdengar sama saja di telingaku," jawabku. Aku bisa melihat mata indahnya berkedut kesal, lalu dia memutarkan bola matanya.
Kalau kami hanya berdua sekarang, pasti aku sudah menghukumnya karena berani memutar bola matanya padaku.
Ketika hampir sampai di ruang tamu, aku baru menyadari Hannah dan Tobias mengikuti kami dari belakang sejak tadi.
"Bukannya tadi kau bilang banyak kerjaan?" tanyaku pada Tobias.
Tobias menatapku. "Aku harus mengawasimu, memastikan kau tidak kabur," ucap Tobias.
Hannah yang di sebelah Tobias ikut bersuara. "Dan aku memastikan sahabatku tidak dibawa kabur."
"Aku tidak akan dibawa kabur, Hannah. Dia tidak serius mengenai kawin lari," ucap Lara pada Hannah.