DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LARA'S POV:
Reward? Reward apa maksudnya? Baru pertama kali dia menyebutkan reward. Bisanya dia selalu ingin menghukumku. Apa ini karena aku menyembunyikan identitas dia di depan FBI?
Aku pun langsung membalas pesan itu dengan:
Me: Kau mengawasiku dari mana?
Setelah pesanku terkirim, beberapa detik kemudian, tanda yang sebelumnya hanya delivered langsung berubah menjadi read, lalu terlihat dia sedang typing.
Mark: Rahasia.
Mataku bekedut kesal membaca pesannya itu. Tidak lama kemudian, dia mengirim pesan lagi.
Mark:Aku merindukanmu.
Jantungku berdebar-debar lebih cepat. Aku mencoba menenangkan jantungku yang berdebar setelah membaca kalimat itu. Pasti dia hanya bergurau, karena baru beberapa jam kami tidak bertemu.
Mataku mencoba menatap sekelilingku, untuk mencari CCTV yang ada di dekat sini. Tapi aku tidak menemukannya, membuat aku semakin bingung, dari mana dia mengawasiku?
"Ada apa?" tanya Hannah. Membuat aku teringat kalau masih ada Hannah di situ.
Aku menutup layar ponselku dan menoleh ke Hannah. Di situ Hannah sudah menatapiku dengan tatapan penasaran.
"Pacarmu?" tanya Hannah.
Aku ingin menjawab, iya, tapi nanti Mark mendengarnya. Akhirnya aku menjawab. "Bukan, hanya pengantar paket."
Sepertinya Hannah tidak menanyakannya pesan itu lagi, dia lebih penasaran dengan ucapan dua FBI tadi.
"Jadi, apa maksud FBI tadi?"
"Dia bilang, di riwayat panggilan 911-mu, kau melaporkan stalker-mu adalah Mark Dolton? Apa ini Mark Dolton yang sama dengan boss mafia dari Dolton Crime Family itu?" tanya Hannah.
Hannah juga mahasiswa jurusan kriminologi, jadi pastinya dia tahu tentang hal seperti ini. Tapi aku harus jawab apa sekarang?
Tiba-tiba aku ingat persyaratan pertama Mark, aku harus memperkenalkan dia kepada keluarga dan temanku sebagai kekasihku. Pada akhirnya nanti aku harus memperkenalkan Mark pada Hannah, kan?
Aku menghela napas. "Kejadiannya saat kau sedang di New Jersey. Aku tidak ingin menggaggu waktumu saat itu."
"Ceritakan! Semuanya!" ucap Hannah langsung, mata Hannah terlihat begitu serius.
Aku melirik Hannah dari sudut mataku. "Jadi, ceritanya..."
Setelah itu, aku menceritakan semua kepada Hannah. Tapi aku sedikit berbohong di bagian Mark menculikku. Aku ganti dengan Mark mengajakku ke fine dinning, lalu kami tidur bersama di hotel.