Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 38 - War

198K 9.5K 5.9K
                                        

Hi!! Semalam, rumahku mati lampu🥲🥲🥲 nangis bgt karena aku nulisnya di Microsoft Words Komputerku. Jadi gabisa akses komputer, sampe listriknya nyala lagi. 

♦️♦️♦️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♦️♦️♦️

LARA'S POV:

Setelah aku mendengar semua itu dari Mark, aku mencoba mencerna semuanya sejenak. Jadi, maksudnya Mark mau menikah denganku karena ingin melindungiku? Batinku.

Beberapa menit sebelumnya, aku merasa sedeikit kecewa mendengar ucapan Logan. Tapi mengetahui fakta ini, aku merasa sedikit lebih lega.

Kenapa Mark tidak ingin memberitahu ini kepadaku? Apa dia pikir aku akan marah?

Aku menatap Mark, matanya juga menatapku. Sebelumnya, dia berkata dia mencintaiku, tapi aku tidak tahu bisa mempercayai ucapannya atau tidak. Karena bisa saja dia keliru, mengira obsesinya padaku adalah cinta.

Aku dan Mark sama-sama diam, tapi kontak mata kami tidak terputus sedetik pun. Keheningan di antara kami begitu... aneh, tapi nyaman.

Matanya menatapku seperti dia mengklaimku, seolah aku miliknya seorang, seolah aku sudah tidak bisa kabur ke mana pun kalau pun aku mau.

Aku merasa terjebak, tapi di saat bersamaan, aku merasa tidak masalah terjebak dengannya...

"Kau sudah tahu aku bisa menjaga diriku, Mark."

"Kau tidak perlu sampai menikahiku hanya untuk melindungiku," aku memecahkan keheningan.

"Aku tetap akan menikahimu," jawab Mark.

Bahkan kalau kau tahu masa laluku? Tanyaku dalam hati.

Aku memperhatikannya sejenak, sebelum bertanya. "Kenapa kau tidak langsung beritahu aku kemarin?"

"Kalau aku beritahu, kau langsung menolaknya, dan akan meragukan perasaanku padamu," ucap Mark sambil menatapku.

Dia tepat sasaran, beberapa detik yang lalu aku langsung meragukan perasaan Mark. Dia benar-benar memahamiku.

"Tapi, kalau kau tidak menyerahkanku bukannya akan ada perang antara keluarga Dolton dan Castelli?" Tanyaku.

"I don't fucking care about that. Keselamatanmu adalah prioritasku," ucap Mark serius.

Aku mengerutkan alisku. "Bagaimana kalau kau kalah?" Tanyaku.

Alisnya terangkat, sebelum tersenyum miring. "Aku tidak akan kalah, baby. Aku akan menang, aku selalu menang," jawab Mark.

"Bagaimana keselamatan anggotamu?" Tanyaku.

Tangannya menyibak rambutku. "Anggotaku tidak selemah itu, little chipmunk. Dan sejak awal mereka tahu konsekuensi mereka bergabung ke dalam organisasi," jawabnya.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang