Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 36 - If it's true

202K 9.6K 5.9K
                                        

Hi guys! Maaf-maaf! Padahal udah nulis dari sore jam 4, dan bener-bener niat update lebih cepat, tapi akhirnya selesainya jam dua pagi juga wkwkw :") Author yang satu ini udah berusaha keras kok, guys. Haha😭🙏
- Yessy N. Utami

Total kata: 3.000 Kata!!

Happy reading!

Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

LARA'S POV:

Semua ini begitu tiba-tiba. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Kenapa Mark tiba-tiba melamarku? Bukannya sebelumnya dia bilang sedang tidak mencari istri?

Bagaimana langsung berubah hanya beberapa hari?

Jantungku begitu berdebar-debar. Ada apa denganku? Kenapa aku seperti ini? Bahkan ketika Jasper melamarku, jantungku tidak seperti ini. Mark terlihat serius dengan ucapannya.

Tenggorokanku terasa begitu kering. "Apa kau terdesak menikah?" Tanyaku akhirnya.

Dia hanya menatapku dengan mata gelapnya selama beberapa detik, sebelum berkata. "Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Apa lagi yang membuat Mark ingin menikah selain terdesak menikah? Aku langsung memutuskan kontak mata kami, menatap ke arah lain dan berkata.

"Hanya itu alasan yang logis."

Mark mendekati telingaku dan berkata. "Bagaimana kalau aku berkata, you already made me fall head over heels for you, little chipmunk?" Suara rendahnya tepat di telingaku.

Aku menarik napasku tajam. Masih menghindar matanya. Kenapa ucapannya terdengar seperti pernyataan cinta? Mataku berubah tajam. Tapi mustahil pria seperti Mark jatuh cinta.

Aku kembali menatapnya, tatapanku tajam. "Kau berbohong," ucapku.

Tapi Mark tidak tersenyum sedikit pun. Matanya terlihat begitu serius. "Aku tidak berbohong."

Alisku berkerut. Ja—jadi maksudnya dia mencintaiku? Batinku dengan bingung. Tapi sebelum aku bisa bertanya, dia sudah kembali bersuara.

"Menikahlah denganku, Lara," ucapnya lagi, tangannya masih terkunci di pinggangku. Seperti tidak membiarkan aku kabur.

Apa dia pikir aku akan menerima lamaran randomnya seperti ini? Apa dia pikir aku adalah wanita mudah dan bodoh? Tapi jantungku berdebar sangat cepat, padahal ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan lamaran menikah.

Aku kira dia akan segera bosan dan melepaskanku, tapi dia malah melamarku seperti ini. Sebuah plot twist yang aku tidak siap hadapi.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang