Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 13 - Nonsense

315K 10.4K 3.7K
                                        

DOUBLE UPDATE! Chap 13 and 14!

♦️♦️♦️

LARA'S POV: 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

LARA'S POV: 

Aku menatapnya tajam, sambil tersenyum sinis. "Peliharaan? Bukannya itu sama saja seperti sex slave?" 

Mark menatapku. "Tidak, keduanya berbeda. Sangat berbeda."

Alisku terangkat, seolah bingung di mana letak perbedaan keduanya. Keduanya terdengar sama bagiku. 

Mark pun menambahkan. "Kalau kau memiliki anjing atau kucing, apa yang kau lakukan padanya?" 

Dahiku mengerut tidak mengerti. 

"Merawatnya, memandikannya, memberinya makan, dan memberinya kasih sayang, kan?" jawab Mark sambil menatapku dengan mata gelapnya itu.

Mataku mengerjap berkali-kali. Tidak yakin apa aku salah dengar atau tidak. 

"Tapi terkadang, kau mendapatkan peliharaan yang tidak ingin jinak pada pemiliknya, yang hatinya belum terbuka. Sehingga kau harus membuatnya percaya dulu padamu, sampai akhirnya dia benar-benar jinak kepadamu dan menurut," ucap Mark, tidak melepaskan kontak matanya sedikit pun dariku. 

Tenggorokanku mengering mendengar itu, aku menelean ludahku. Kedengarannya sangat salah dan freaky, tapi entah kenapa, jantungku berdebar-debar.

Aku pun menjawab. "Dan apa keuntungan yang didapatkan 'peliharaan' ini?" 

"Perlindungan," jawab Mark singkat padat dan tidak jelas. 

Jawabannya tidak jelas, aku masih tidak mengerti apa yang terjadi di sini. 

"Tapi kau tidak bisa memaksaku dengan itu," jawabku, merasa kesal.

Alis Mark terangkat. "Aku tidak memaksamu. Semalam kau sudah menjawab iya," jawab Mark.

"Kapan?" tanyaku bingung, sambil mengerjapkan mata.

Tiba-tiba, wajah Mark mendekatiku.

"Last night, when I fucked you in bed. Bahkan kau memanggilku master," erang Mark mengingat semalam, dia terlihat begitu excited.

Ada keheningan beberapa detik, sebelum kesadaran menghantamku, wajahku langsung panas, sangat panas. 

Seketika semua memori semalam masuk, aku ingat semuanya. Itu adalah sex terhebat yang pernah aku rasakan, dan juga, kejantanan yang paling perkasa yang masuk ke dalam vaginaku. 

"Itu tidak termasuk!" Pekikku, bisa merasa pipiku panas. 

"Itu termasuk, baby," jawab Mark.

Tiba-tiba, dia mengambil paperbag dari kursi di depan kami, dan mengambil sesuatu di dalam paperbag itu. Sebuah croissant? 

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang